![]() |
|
|
![]() ![]() ![]() |
|
[ .modz. ] @
9:53 AM
[ .modz. ] @
11:17 AM
[ .modz. ] @
11:43 AM
[ .modz. ] @
11:06 AM
[ .modz. ] @
3:02 PM
[ .modz. ] @
11:53 AM
[ .modz. ] @
11:51 AM
[ .modz. ] @
11:33 AM
[ .modz. ] @
11:26 AM
[ .modz. ] @
11:21 AM
[ .modz. ] @
11:15 AM
[ .modz. ] @
10:47 AM
[ .modz. ] @
10:28 AM
[ .modz. ] @
10:09 AM
[ .modz. ] @
11:51 AM
[ .modz. ] @
11:45 AM
[ .modz. ] @
11:37 AM
[ .modz. ] @
11:02 AM
[ .modz. ] @
10:48 AM
ada good news & bad news nih :) mau yg mana duluaaaan? bad news duluan yaaa... biar akhirnya senaaank :D hehehe
Begini, ttg artikel-artikel FMers yg kmaren sudah dikirim dan mau dijadikan buku itu... sampai sekarang kan terlantar.. krn mods-nya juga sibuk, ngurus kerjaan, ngurus anak, ngurus keluarga, riweh weh pokona. Kuciwa??? ya jangan dulu.... krn alhamdulillah ada good newsnya.
Kami, mods FM ada tawaran kerjasama dari majalah 'Golden Child' untuk mengisi rubrik 'Parent's Diary'. Isinya ya tulisan dari para FMers (termasuk tulisan yg sudah masuk, akan kami sertakan).
Rencananya, setiap artikel yg masuk akan kami teruskan ke pihak Golden Child dan mreka yg akan memilih artikel mana yg bisa ditampilkan di bulan tersebut. Pemenangnya akan dapat Goody Bag dari 'Golden Child'. Naaah.. asyik kaaan :)
Oya, sedikit latar blakang majalah Golden Child; majalah ini sudah terbit 4-5x di jabodetabek, sukabumi dan Surabaya setiap bulannya sebanyak 32 hal dan dicetak 10.000 eksemplar. Nah, kebayang kan kalo tulisan moms & dads semua bakal mejeng disana tiap bulannya?
Untuk edisi pertama yg mencantumkan tulisan FM, temanya adalah "Working Parents". Disini moms & Dads diminta utk menulis pengalaman pribadi selama menjadi orangtua yang bekerja juga utk membantu kebutuhan keluarga. Batas waktu pengiriman tgl 15 desember yaa... ga lama-lama karena sekarang uber-uberan dengan 'kejar tayang'nya Golden Child.
Artikelnya untuk sementara dikirim ke email pribadi saya dulu ke setiati.rezeki@gmail.com sampai nanti sy buka email khusus utk ini. OK, kalau ada pertanyaan, boleh bangeet tanya2 di forum FM ;)
sukses n maju terus utk FM
cup!
Tia a/n Mods & team buku FM
Note: Jangan lupa, dibawah tulisannya ditambahkan alamat utk pengiriman goody bagnya yaa.. :)
Tips aman untuk Mudik
Lebaran sebentar lagi tiba. Berikut tips aman mudik yang didapat dari berbagai sumber.
1. Cari Tiket sekarang
Jika Anda memang kepingin mudik untuk bersilaturahmi pada Lebaran ini ada baiknya Anda sudah menetapkan kapan hendak berangkat. Jangan lama lama mikirnya, karena harga tiket akan lebih mahal kalau sudah mendekat Lebaran..
Harga tiket bakal melambung hingg; 100% menjelang Lebaran yakni sekitar dua minggu sebelum Lebaran. Mereka mencontohkan, tiket pesawat dari Jakarta ke Medan yang biasanya berkisar Rp400an ribu, menjadi Rp899 ribu. Tiket ke Yogya, yang biasanya berkisar Rp250an ribu menjadi Rp500an ribu. Peningkatan harga tiket ini seiring membludaknya permintaan. "Nanti mulai tanggal 20 Oktober harga tiket akan naik. Karena orang-orang sudah antusias atau beramai-ramai membeli tiket," kata salah seorang petugas di Alia Wisata Tours & Travel kepada Bisnis Uang, akhir pekan lalu.
Biasanya harga tiket kendaraan lain juga gak jauh beda, misalnya tiket kereta, bus atau kapal laut. Sudah menjadi hukum alam, semakin mendekati hari-H maka harga melambung. Belum lagi sebelum puasa ini pemerintah sudah menaikkan harga BBM. Maka bisa Anda bayangkan berapa uang yang mesti disiapkan untuk ongkos mudik ini?.
2. Siapkan Anggaran Mudik
Kalau ingin pulang kampung, alangkah bijak jika Anda mepersiapkan anggaran dengan lebih cermat. Karena mudik seringkali menghabiskan biaya lebih besar daripada Anda merayakan hari raya di kota tempat tinggal Anda. Nah, bagi yang pingin mudik, kurangi belanja yang tidak perlu.
Menurut Safir Senduk, perencanaan keuangan, jangan membeli baju baru dalam jumlah banyak atau membeli bahan-bahan pembuat kue padahal anda tidak sempat membuatnya. Pikirkan biaya yang perlu anda keluarkan untuk perjalanan pilang pergi, serta kebutuhan di kampung.
Jangan mentang-mentang anda mendapat THR, lalu menghabiskan uang THR itu untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tak perlu.
3. Alat transportasi apa yang Anda pilih
Ketika pulang kampung, anda mau naik apa? Kendaraan sendiri seperti mobil atau motor Anda? anatau kendaraan umum seperti bus, kereta api, pesawat terbang atau kapal laut? Atau mungkin Travel? Apapun alat transportasi yang dipakai yang penting harus segera ditentukan dari sekarang.
Kalau Ada naik kendaraan sendiri, mobil pribadi misalnya, maka banyak hal yang mesti anda persiapkan. Ibu Eis Ariyasi, pemudik asal Pasar Minggu biasanya menggunakan kendaraan pribadi berpendapat bahwa naik mobil pribadi jauh lebih hemat dibanding dengan naik transportasi lain. Transportasi lain banyak emmakan biaya, perorang harus beli tiket.
Namun mengingat harga BBM naik, maka perlu penghematan. "Ya kita hemat operasional kendaraan. Jika kita melewati pegunungan AC-nya dikurangi atau dimatiin. Nikmatilah AC alam dengan membuka jendela mobil. Kemudian cek mesin, oli kendaraan. Karena kalau ada apa-apa di jalan lebih repot dan kemungkinan lebih mahal harganya karena kita bukan pelanggan dan orang bengkel tidak mengenal kita," ujar ibu Eis.
Menurut pengalaman Bayu Mahendra, Karyawan Perusahaan Swasta Jakarta, untuk mengatasi kenaikan harga BBM di saat mudik, jangan terlalu banyak jalan-jalan kalau sudah sampai di kampung: "Biasanya kalau sudah menginap di rumah saudara kita pingin jalan-jalan sama-sama, ini tidak perlulah," ucapnya.
Apa saja penghematan lain yang bisa dilakukan? Sama seperti Ibu Eis, Bayu juga menghemat biaya operasional kendaraan dengan mengurangi pemakian AC. "Kemudian kita harus mempersiapkan apa yang perlu dibawa, seperti obat-obatan sehingga tidak perlu beli di jalan lagi, bekal makanan, termasuk servis mesin kendaraan. Karena jika kita tidak persiapkan itu jika di-tengah jalan ada hal-hal yang terjadi itu jauh lebih besar biayanya," kata Bayu.
Bagaimana kalau Anda tidak memiliki kendaraan pribadi? Mungkin Anda berpikir, jika tidak naik mobil sendiri, begitu dikampung tak punya kendaraan jika hendak jalan-jalan. Kalau banyak anggota keluarga yang ingin jalan-jalan saat dikampung, ada bagusnya Anda mempertimbangkan menyewa mobil. Dengan menggunakan satu mobil saja untuk mengangkut banyak orang, sebetulnya Anda sudah menghemat biaya transportasi yang cukup besar. (Selengkapnya tentang mobil…scroll ke bawah)
4. Jangan Kebanyakan Membawa Uang Tunai
Entah menggunakan kendaaraan umum atau kendaraan pribadi, Safir Senduk menganjurkan Anda yang ingin pulang kampung jangan bawa uang tunai banyak-banyak. Bawalah secukupnya untuk biaya perjalanan dan saat di kampung.
Kalau untuk urusan uang 'ampau' untuk sanak saudara, ada baiknya Anda mengambil dari ATM. Karena kalau bawa uang banyak Anda bisa boros dan takut copet. Kendati demikian tetaplah bawah uang tunai secukupnya untuk mengantisipasi kalau ATM tidak berfungsi atau kalau terjadi pembatasan dalam mengambil uang tunai.
Untuk menghemat selama perjalanan, misalnya Anda naik mobil pribadi, ada baiknya Anda membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Biaya makan dan minum selama di perjalanan enggak murah, lho. Menjelang Lebaran dimana harga-harga sembako naik, banyak di antara tempat-tempat makan yang menjual makanan dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya.
Bayangkan saja bila Anda pergi dengan jumlah sekitar 10 orang, dan masing-masing Anda ajak makan di luar, mungkin satu orang bisa menghabiskan sekitar Rp20-30 ribu. Ini berarti, total sudah Rp 200 ribu 300 ribu Anda habiskan untuk sekali makan Jadi sekali lagi, perlu persiapan yang baik.
5. Kondisi rumah
FENOMENA yang paling menonjol dari tradisi mudik antara lain sepinya pemukiman, perumahan, kompleks, wisma, mes, lingkungan kos, rumah atau kamar kontrakan, dan sejenisnya. Mereka pulang kampung, dan melakukan berbagai kegiatan bersama keluarga besarnya di kampung setempat. Suasana di kampung halaman pun menjadi semarak oleh para pemudik. Sejumlah pedagang kaki lima juga mengalami ”marema”.
Ketika mudik itu terjadi, ada persoalan baru yakni ditinggalkannya rumah, kamar kontrakan, wisma, mes, atau tempat kos-kosan. Artinya, ada peluang terjadinya peristiwa pencurian ketika kita mudik. Untuk itu, perlu diupayakan solusinya agar tidak terjadi peristiwa pencurian tersebut.
a. Pastikan tidak ada barang berharga yang ditinggalkan di kamar atau di rumah, ketika kita akan mudik. Kalaupun ada, pastikan barang berharga tersebut dalam keadaan aman, baik aman karena disimpan di tempat tertentu atau aman karena kita titipkan kepada tetangga atau orang terdekat yang tidak mudik.
b. Pastikan jendela, pintu rumah, pintu pagar, dan pintu masuk lainnya dalam keadaan terkunci baik. Apabila ada kunci yang rusak atau tidak berfungsi optimal, lebih baik diganti atau diperbaiki sehingga penguncian bisa optimal. Sebaiknya pula, ada kunci ganda untuk kunci pintu rumah, kamar jendela, dan kunci pagar. Karena, adanya kunci ganda akan meningkatkan "kewibawaan" rumah yang bersangkutan dan bisa memperlambat proses kelancaran calon pencuri memasuki halaman rumah.
c. Apabila dana mencukupi, sebaiknya membeli peralatan CCTV atau lensa pemantau yang disambungkan dengan alat perekam televisi. Dengan begitu, kita bisa memutar ulang rekaman suasana rumah tatkala kita tinggalkan mudik selama beberapa hari. Kalaupun tidak ada CCTV atau lensa pemantau yang berfungsi baik, bisa saja menggunakan lensa pemantau yang harganya murah namun masih bisa berfungsi. Seandainya tetap tidak memiliki dana untuk membeli, bisa saja kita memanfaatkan lensa pemantau yang sudah rusak dengan tujuan sekadar "membuat ragu" calon pencuri.
d. Ketika rumah atau kamar kita tinggalkan mudik, bisa saja kita menyimpan sandal atau sepatu di depan kamar atau halaman rumah. Tujuannya untuk mengecoh calon pencuri, seolah-olah di dalam rumah atau kamar tersebut ada orangnya.
e. Boleh juga, kita menghidupkan radio dan menyalakan lampu dalam rumah atau kamar. Tujuannya membuat "ragu" calon pencuri karena tentu akan menduga di rumah atau kamar tersebut ada penghuninya.
f. Seandainya kita punya tetangga dekat atau rekan yang tidak mudik, akan lebih baik kita meminta bantuannya untuk menghidupkan dan mematikan lampu penerangan halaman dan dalam rumah setiap hari. Cara ini jauh lebih baik daripada menghidupkannya non stop selama mudik. Karena, calon pencuri biasanya melakukan pemantauan pada siang hari. Bila melihat ada rumah yang masih menyala lampu penerangannya, berarti rumah tersebut tidak ada penghuninya.
g. Jika kita punya saudara, rekan, atau tetangga dekat yang tidak mudik, titipkanlah rumah atau kamar kita saat mudik. Dengan begitu, mereka bisa turut membantu mengamankannya. Untuk itulah, jangan lupa setelah balik mudik memberikan sekadar "balas jasa" kepada mereka yang telah menjaga rumah atau kamar kita selama mudik.
6. Buat yang ikutan milis
Sebelum mudik, untuk yang masih terdaftar sebagai member milis hendaknya tidak lupa merubah message delivery (kecuali bila Anda di saat mudik kemungkinan masih aktif menge-check milis). Pergantian ini dimaksudkan agar email Anda tidak mengalami over quota yang mungkin bisa meyebabkan bouncing. Ada tiga macam cara, seperti di bawah ini:
- Untuk berhenti berlangganan (unsubscribe) kirimkan e-mail kosong ke: ...-unsubscribe@yahoogroups.com (jangan lupa me-reply e-mail konfirmasi yang dikirimkan sistem)
- Untuk menerima digest (satu e-mail per hari/rangkuman harian) kirimkan e-mail kosong ke: ...-digest@yahoogroups.com
- Supaya tidak menerima e-mail atau baca lewat web (read on web), kirimkan e-mail kosong ke: ...-nomail@yahoogroups.com
7. Kondisi Tubuh
Jaga kesehatan, kondisi tubuh harus prima, sebelum berangkat harus cukup istirahat/tidur baik si pengendara maupun penumpang. Apalagi si pengendara utama (driver) biasanya suami dan co-driver adalah istri. Mudik dan menyetir sendiri, harus benar-benar mempersiapkan diri, terutama secara fisik. Disarankan meminum obat antioksidan, misalnya: minum-minuman yang mengandung vitamin C dan E.
8. Kondisi Mobil dan Perlengkapan Mobil
Periksa kondisi mobil dan serviskan ke bengkel mobil langganan Anda (tune-up komplit, rem, ban, wiper, radiator, tali kipas/AC, aki, dll). Kemudian, bawa perlengkapan alat-alat mobil (tools kit), dongkrak, tali derek, ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, kunci roda palang, senter, dll.
Jika mudik menggunakan kendaraan pribadi, bersihkanlah bagian dalam mobil sebelum berangkat, terutama sela-sela jok, juga AC mobil. Jika perlu, bubuhkan disinfektan, untuk membunuh kawanan bakteri Chlamydia sp, Escheriachia sp, atau Legionella sp yang gemar bersarang di daerah itu.
Jika AC dikerumuni kuman, saat kesejukannya menyebar ke seluruh ruangan mobil, saat itu pula bakteri menyusup ke saluran pernapasan, terhirup melalui mulut, hidung, atau masuk lewat lubang kuping. Jika berstamina prima, masuknya kuman bukan masalah.
Kalau berpuasa, hindari konsumsi softdrink atau susu dalam jumlah banyak sekaligus saat sahur. Persiapkan pula kondisi anak-anak yang kadang-kadang mengalami mabuk perjalanan -- sebaik mungkin. Kenakan pakaian yang nyaman dan hindari makanan yang terlalu gurih atau berlemak tinggi karena ini bisa merangsang rasa mual.
Jika mau lebih aman, konsumsilah bahan anti mabuk perjalanan alamiah seperti minuman asam jawa yang bercampur gula merah, atau cukup dengan mengunyah manisan/asinan jahe saat sahur. Bahan-bahan ini dipercaya bisa menumpas mual dan pusing-pusing. Namun, jika si kecil tampak kepayahan karena mengalami mabuk, jangan paksakan ia untuk terus berpuasa. Berikan makanan penyegar seperti buah-buahan, misalnya.
Sesekali ada baiknya melakukan stretching atau peregangan di dalam kendaraan. Minimal 3 jam sekali untuk menghindari kekakuan otot dan sendi. Kalau sempat turun dari kendaraan, itu akan lebih baik. Bisa lari-lari kecil di tempat atau melakukan olah raga ringan agar aliran darah dari bawah ke atas lancar. Gerak-gerakan tangan, kaki, bahu, dan pinggang dengan perlahan namun bertenaga.
Untuk menetralisasi kondisi kaki karena terlalu lama dalam posisi tetap, lakukan gerakan berdiri jongkok, secara bergantian. Tekuk-tekuk dan luruskan kaki secara beraturan agar tidak terjadi kejang otot saat mengemudi atau duduk dalam kendaraan.
Sesampai di kampung halaman, jika jarak tidak terlalu jauh, ada baiknya berjalan kaki saat mengunjungi sanak saudara. Ini merupakan aktivitas istirahat. Selebihnya, malam hari (setelah pukul 21.00 WIB) bisa bersantai dengan posisi terlentang sambil meluruskan kaki. Jika mungkin, sesekali posisikan kaki pada tempat lebih tinggi agar peredaran darah lebih lancar.
9. Bawa Air Mentah
Bawa air mentah di dalam jerigen 5 liter atau bekas botol air minum mineral yang besar (1 literan), air ini berguna untuk mengisi radiator bila kurang atau cuci tangan bila selesai ganti ban kalau bocor atau kempes. Jangan lupa sekalian bawa sabunnya, biar bersih cuci tangannya. Air ini juga berguna bila bawa anak kecil/bayi tiba-tiba di tengah jalan "pup" dan kita berada di tengah sawah/hutan di mana sulit mencari air.
10. Bekal Makanan
Bawa bekal makanan secukupnya yang praktis dan bisa dimakan sambil terus berkendara (arem-arem/lontong isi), jangan asal berhenti makan di restoran/rumah makan yang tempat berhenti/istirahat Bus Antar Kota (kecuali untuk "pipis") karena lagi "High Season" dikhawatirkan cara masak dan mencuci piringnya kurang bersih karena pengunjung "sangat" padat dan banyak yang harus dilayani. Lebih terjamin bila makanan bawa sendiri. Tapi kalau bekal habis anda bisa masuk ke dalam kota dimana anda lewat untuk mencari restoran fast food fried chiken (nggak usah disebutin namanya entar iklan lagi!) yang pasti anak-anak suka dan lebih baik kebersihannya daripada yang pertama tadi. Untuk yang memiliki balita jangan lupa bawa tempat air untuk air panas, untuk membuat susu, makanan/bubur. Selama dalam perjalan gunakan makanan instant (apabila perjalanan memang sangat jauh).
11. Kebelet Pipis
Bagaimana kalau di tengah jalan "kebelet" pipis? Kalau anak-anak dan laki-laki sih gampang asal mau dan "tahan malu" berhenti saja di pinggir jalan! Kalau istri bagaimana dong? Caranya gampang, cari pompa bensin yang besar pasti ada toiletnya yang cukup bersih, bila kotor, cari lagi berjalan beberapa kilometer (bila kebeletnya masih bisa ditahan), atau cara lain cari Wartel, Kantor Polisi, Pusat Pertokoan, Losmen, Hotel, Masjid, dll. Bilang aja "mau numpang pipis", masa nggak boleh? Bawa tissue pembersih wanita (untuk wanita loo) buat jaga-jaga kalo kalo ga ada air ditoilet umum. Plus cairan antiseptic pencuci tangan yang dapat digunakan disaat mengkonsumsi makanan.
12. Raja Setan Jalanan
Yang unik bila kita berkendara dengan mobil pribadi di Jalur Pantura adalah siap mengalah dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini disebutnya "Raja Setan Jalanan Pantura". Jangan coba-coba adu balap dan adu kuat meskipun kita ada di jalur yang benar sekalipun. Bila dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng yang berjalan lamban, Anda harus siap mengurangi kecepatan dan secara mantap minggir ke kiri, bila perlu turun/keluar dari jalan aspal, kalau tidak hmm... saya tidak bisa ceritakan di sini apa yang terjadi. Lebih baik mengalah lah! Bukankah Anda dan keluarga ingin tiba di kampung halaman dengan selamat bukan?
13. Si Keong dan Si Kura-Kura
Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu lamban jalannya. Bagi yang belum pernah lewat Pantura pasti akan jengkel dengan ulah mereka ini, yah busnya yah truknya juga. Truk-truk ini sudah jalannya lambat ngambil posisinya di jalur kanan lagi, sehingga bikin kagok untuk menyalipnya. Nah, model kayak begini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah menyalip dari sebelah kiri minta istri sebagai co-driver melihat ke depan apakah lajur depan sebelah kiri kosong dan aman untuk menyalip atau tidak? Yang perlu diperhatikan adalah apakah di kiri depan ada motor, becak, sepeda, mobil mogok/parkir, lobang, jembatan sempit, dll. Bila aman tak ada halangan menyaliplah "dari jalur kiri" dengan tetap waspada, apalagi kalau yang disalip itu konvoi truk yang panjang.
14. Bawa Peta Jalur Mudik
Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll.
15. Bawa HP & Chargernya
Jangan lupa bawa HP dan chargernya. Sebaiknya sebelum berangkat charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda lewati akan terjadi "blank spot" untuk kartu tertentu, lebih baik kalau istri punya HP dengan kartu yang berbeda dengan anda punya, jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi.
16. Memonitor Milis
Bila ada kesempatan, sekali-kali monitor-lah milis yang ikuti, siapa tahu ada teman Anda yang sedang on-line. Bagi yang nggak punya laptop, tidak perlu berkecil hati, nanti di daerah tujuan Anda carilah Warnet sudah banyak kok dan mudah dicari (di kota kabupaten).
17. Obat-Obatan
Bawa obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama untuk anak-anak.
18. Kapan sebaiknya berangkat? Pagi atau malam?
Terserah anda mana yang paling baik masing-masing ada plus minusnya. Berangkat pagi jam 06.00: Bisa lihat pemandangan, restoran dan bengkel mobil pasti buka, bila mobil tua dan AC kurang bagus anak-anak kasihan akan tersiksa karena panas apalagi kalau macet, sepanjang jalan yang dilewati kita akan ketemu yang namanya "Pasar Tumpah" itu lho pasar tradisional di kota kecamatan/kabupaten pasti macet, banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu dengan "Panitia" Pembangunan Masjid yang minta sumbangan yang luar biasa banyaknya sepanjang Pantura dan jalan/jalur lain yang pasti akan kita lewati. Harap hati-hati dengan drum yang ditaruh di tengah-tengah jalan, jangan sampai ngebut melewati mereka. Bagi anda yang berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja.
Berangkat sore/malam jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya restoran dan bengkel 24 jam saja yang buka (tapi jangan khawatir cukup banyak kok!), anak-anak bisa tidur tidak ribut, tidak panas baik di dalam mobil maupun di luar, tidak ada Pasar Tumpah (tapi mungkin saja ada "Pasar Malam"), tidak ada Panitia Pembangunan Masjid. Bila kita mau menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar lampu mobil dari arah berlawanan, dimana hal ini tidak bisa kita tahu kalau berjalan di siang hari. Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai mengantuk bila jalan malam hari karena "musuh" kita adalah Bus Malam. Ini biangnya "Setan Jalanan" dan "Raja Tega". Bagi Anda yang tidak tahan sinar lampu dari depan (silau) lebih baik jangan jalan malam hari.
19. Berikan no. HP dan telepon di kampung halaman ke tetangga atau RT
Harap tiggalkan nomor HP dan telepon rumah di kampung halaman ke tetangga yang tidak mudik atau ke Pak RT agar Anda bisa dihubungi kalau terjadi sesuatu di rumah Anda.
20. Arus Balik dan Pulang Balik
Harap simpan tenaga dan tetap jaga kesehatan untuk siap pulang balik setelah mudik. Jangan pulang balik di pas mepet sekali besoknya harus sudah masuk kantor dan anak-anak masuk sekolah, pasti kelelahan kan? Ada baiknya ambil waktu sehari istirahat sebelum besoknya melakukan aktifitas rutin.
21. Bawa Kaset/CD
Bawalah kaset/CD yang menjadi favorit Anda, agar suasana tidak jenuh, bosan dan sekaligus membawa suasana gembira. Sering-seringlah memutar lagu, supaya Anda teringat terus akan kampung halaman Anda.
ada yang mo nambahin lagi???
salam,
Mods FM
Buku FM
Dear all...
Kita kan mau bikin BUKU nih... Setuju kan ya semua??? Nah Kalau buku-buku teori-teori parenting, kesehatan, psikologi dan lain2 kan udah banyaaaaaaaaaaaaak... Tinggal datang aja ke toko buku, cari ke bagian kesehatan, parenting, dll pasti nemu deh..
Nahhhh.. model bukunya FM ini adalah kumpulan pengalaman para FMers. Kumpulan tulisan gitu deh...
1. Pengalaman FMers sama pasangan (suami atau istri) termasuk didalamnya soal pembagian tugas2 rumah tangga atau soal menjaga kehangatan hubungan, atau soal menyelesaikan masalah dalam hubungan suis, dan segala tentang pengalaman dengan pasangan...
2. Pengalaman FMers sama anak, termasuk di dalamnya soal pengalaman dengan newborn, atau pengalaman menangani tingkah anak, atau pengalaman berusaha mendapatkan anak.. Pokoknya yang berhubungan dengan anak, kesehatan dll dll dll
3. Pengalaman FMers dengan dunia kerja, bagi FMers yang bekerja diluar rumah...soal suka duka jadi ibu bekerja, atau soal kiat/pengalaman menjaga profesionalitas (misalnya anak sakit, atau apakah cuti atau tetep masuk kantor, klo masuk lalu tindakan dia gimana, kalo dia cuti bagaimana deal dia dengan kantor dsb), soal "menggantikan" waktu untuk bersama2 anak dan keluarga..
5. Pengalaman FMer dengan dunia pendidikan, tentunya pendidikan anaknya dong... Misalnya... . soal pengalaman cari sekolah, klo anaknya masih batita apa tujuannya cari sekolah buat anaknya... atau sekolah anak ideal menurut ibu2?? atau soal kiat/pengalaman berhubungan dengan lingkungan sekolah...
6. Pengalaman FMers sebagai single mom/dad... Suka dukanya, kiat-kiatnya...
7. FMers tentang diri FMers, semacam pengalaman mengaktualisasikan diri, Pergaulan, pengendalian diri, pengalaman spiritual dan lain2...
8. FMers dan kesetaraan gender, misalnya pengalaman FMers mendidik anak supaya ngga bias gender, pengalaman (kalo ada) menghadapi KDRT dan kiat2 keluar dari KDRT, dan lain lain...
Bentuk tulisannya adalah bebas, menceritakan pengalaman FMers, gayanya suka-suka FMers aja, santai bisa serius bisa, lucu bisa sedih bisa, yang penting SOPAN...
Panjang tulisan tidak dibatasi.. Tapi ya jangan setengah halaman folio lah.. hahaha.. Mau pake nama samaran juga bisa... di akhir cerita kalo bisa dikasih kesimpulan tentang pembelajaran apa yang bisa FMers petik dari peristiwa/masalah/pengalaman tersebut...
Nah, mekanismenya begini..
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan Pasangan (point 1) harap dikirim ke alamat email Inge (inge at mmui.edu).
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan anak (point 2) harap dikirim ke alamat email Nieza (niezagraha at yahoo.de)
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan dunia kerja (point 3) harap dikirim ke alamat email Tia (setiati.rezeki at imcorporation.com)
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan full time at home mom (point 4) harap dikirim ke alamat email Wenny (wenny at cbn.net.id)
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan dunia pendidikan (Point 5) harap dikirim ke alamat email Duma (Duma.Nababan at alcatel.co.id)
Bagi FMers yang menulis tentang FMers sebagai single mom/dad (point 6) harap dikirim ke alamat email Molly (molly.maulina@netway.soltius.com)
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan FMers (diri sendiri) (point 7) harap dikirim ke alamat email Aning (aning.my at cbn.net.id)
Bagi FMers yang menulis tentang FMers dan kesetaraan gener (point 8) harap dikirim ke alamat email Ika (ardina at indo.net.id)
Jangan lupa di-CC-kan ke mods_fm at yahoo.com
Hayoooo... hayooooooo... semangat... semangat...
Untuk sementara, deadline diberikan sebulan dari tanggal 18 Mei kemarin, dan akan diperpanjang jika dibutuhkan.. (tapi jangan lama-lama perpanjangannya...)
Ayooooooo... jangan ketinggalan (doh udah kayak iklan undian aja) ditunggu partisipasi semuanyaaaaaa....
salaaaamm
mods fm
owiya...untuk artikel bulan depan, materi yang akan diposting mengenai "Pencairan Dana Jamsostek". Untuk semua visitor yang ingin memberikan masukan mengenai subject ini kirim aja ke Funky_mom-owner@yahoogroups.com
Bahan-Bahan Kue

Berawal dari pertanyaan salah satu modie di FM "jeng tia alias mamanya diko" kok rasanya jadi tertarik mo posting subject ini. Bikin Kue, masak dan segala yang berbau rumah tangga mungkin ga semua ibu rumah tangga bisa, mampu dan sanggup ngejalanin heheh…kan banyak tuh yang jadi wanita kurir, eh karir, yang waktunya tersita abis dibelakang meja kantor. Moga edisi perdana ini bisa ngebantu ibu-ibu yang bingung ama bahan, cara bikin dan mengolah bahan jadi kue yang super yummy...next edition mungkin ngebahas model baju n sepatu yang lagi trendy, layout rumah de el el. Buat yang udah mampir ditunggu masukannya ya, kira-kira rubrik apa yang perlu dipost diblog funky ini, bebas kok, kesehatan, rumah tangga, ato sex (xixiixi...ini pasti pada setuju) e te ce.
Sebelumnya mo minta maaf dulu sama Mbak Fatmah, mbak luluk dan lainnya, yang website dan blognya kita pake buat reference edisi perdana ini, mohon ijinnya yaaa. Thanks juga untuk para mommies yang udah ngerespon emailnya jeng Tia.
Ocre...happy baking yaa...ini dia...
******************************************************
1. Tepung terigu
Yang membedakan kegunaan terigu adalah kadar proteinnya, misalnya terigu protein rendah biasanya dipake buat gorengan, kue2 basah mereknya contohnya cap kunci biru, trus protein sedang buat cake, kue kering, mereknya cap segitiga biru, protein tinggi buat donat, roti, mie, mereknya cakra kembar.
Terigu adalah tepung yang berasal dari tanaman gandum. Saat ini yang umum beredar dipasaran terbagi dalam 3 kelas:
a. Terigu protein tinggi (hard flour) dengan kandungan protein 14%, cocok untuk membuat roti dan mi
b. Terigu protein sedang (medium flour) atau biasa disebut terigu serbaguna dengan kandungan protein 13%, cocok untuk membuat cake dan kue kering, misal merk Segitiga Biru, Gunung Bromo.
c. Terigu Protein rendah (soft flour) mengandung protein 10.5%-11.5%, cocok untuk membuat kue-kue yang lembut dan renyah, sperti sponge cake dan cookies/biskuit.
Kadar protein dalam terigu sangat berpengaruh dalam tekstur cake atau cookies. Untuk mendapatkan tekstur cake yang lebih lembut, gunakan terigu dengankadar protein rendah. Selalu ayak terigu sebelum digunakan.
Untuk cookies, sebaiknya terigu dijemur atau disangrai sebentar terlebih dahulu, lalu disaring 2-3 kali hal ini dikarenakan iklim negara kita cenderung lebih lembab. Hal ini untuk memastikan semua butiran terurai sehingga tekstur cookies garing dan renyah.
2. Cream of tar tar
a. bentuknya gimana? Bubuk, warna putih.
b. Pengaruh ke makanan apa? Supaya kue/cake mengembang & lembut, putih telur kaku dan ngga kempes
c. Merk apa yg sebaiknya digunakan? Cap Koepoe-Koepoe dan merk lainnya.
3. Coklat pasta
a. Merk apa yg sebaiknya digunakan?
Kalau yg standard pake Cap Koepoe-Koepoe, tapi ada juga coklat pasta yg lebih bagus (biasanya lebih wangi & coklatnya lebih berasa)
4. Soda kue dan Baking powder
a. Manfaatnya utk apa? Supaya kue mengembang.
b. Merk apa yg sbaiknya digunakan? Royal
• Soda kue adalah bikarbonat soda, tanpa tambahan apa-apa. Sedangkan Baking Powder adalah bikarbonat soda yang sudah ditambah bahan lain (cream of tartar, bahan pengering, dli) untuk menetralkan.
Bahan mana yang harus dipakai dalam pembuatan kue?
Jawabnya: tergantung dan bahan-bahan lain yang dipakai dalam resep tersebut.
- Bikarbonat soda sendini sifatnya basa. Dia akan mengeluarkan gelembung udarajika bercampur cairan dan bahan yang sifatnya asam (buah-buahan, yoghurt, madu, buttermilk, cokiat, dli).
untuk resep-nesep yang adonannya bersifat asam, biasanya gunakan soda kue untuk bahan pengembangnya.
Baking Powder, karena sudah mengandung bahan penetral, biasanya dipakai untuk resep-resep yang adonannya sudah bersifat netral (seperti: susu).
Dalam ilmu pembuatan resep kue, kue akan mengembang sempurna bila kandungan asam basanya seimbang. Ini juga ada hubungannya dengan rasa dan tekstur.
Bikarbonat Soda menghasilkan tekstur yang berpori besar dan tidak beremah, tapi bila dipakainya sendirian, rasanya agak pahit. Rasa pahit mi akan hilang bila tercampurdengan bahan yang sifatnya asam tadi.
Baking Powder menghasilkan rasa yang netral dan tekstur yang berpori kecil tapi cenderung lebih beremah, Soda kue dan Baking powder ini tidak bisa saling menggantikan. Jika terpaksa, baking powder bisa diganti dengan campuran 1 bagian soda kue ditambah 2 bagian cream of tartar. Tapi soda kue tidak bisa digantikan dengan baking powder.
5. coklat bubuk
a. merk apa yg sebaiknya digunakan? Van Houten dan masih banyak merk lainnya.
Yang membedakan macam-macam coklat adalah kadar lemak coklatnya (cocoa butter, CB). Makin tinggi prosentase CB makin bagus dan mahal Si coklat. Sayangnya CB punya titik didih yang rendah atau tidak tahan panas sehingga menyulitkan distribusi coklat dengan CB tinggi di negara-negara iklim tropis. Biji coklat yang sudah dikeringkan dan dihilangkan CB-nya disebut Cocoa atau coklat bubuk.
- Couverture Chocolate:
Komposisi Cocoa yang dimasak dengan 100 % CB, menghasilkan Couverture Chocolate. Rasanya sangat lembut, terkena suhu tubuh langsung lumer
- Compound Chocolate:
Komposisi Cocoa dimasak dengan CB yang dicampur vegetable oiL. Tujuan penambahan vegetable oil disini adalah untuk meningkatkan titik didih coklat biar tak gampang lumer. ini yang banyak dipakai di negara-negara tropis.
6. Gula pasir
a. Pengaruh ga kalau merknya beda? Atau bebas make gula merk
apapun? Kalo gula pasir bebas (pengecualian untuk yang pake gula castor)
Gula yang digunakan sebaiknya gula kastor, yaitu gula pasir yang berbutir halus. Gula jenis ini mudah larut dan memudahkan udara terserap kedalam adonan. Jika tidak ditemukan gula kastor dipasaran, dapat digunakan gula pasir impor yang berbutir halus atau gula pasir yang dihaluskan dengan blender sebentar.
Untuk cookies, dpat digunakan gula halus atau gula bubuk. Selalu ayak gula halus terlebih dahulu, hal ini untuk memastikan tidak ada gula halus yang tergumpal, serta memastikan gule terurai dan tidak lembab.
7. Margarin
a. Merk apa yg sebaiknya digunakan? Blue Band, kalau mau kuenya lebih
wangi & lembut, boleh dicampur sama butter/mentega Wysman.
Komposisinya boleh 50:50.
Mentega atau Buffer terbuat dan lemak susu hewan (umumnya sapi). Tekstur mentega sangat lembut di suhu ruang, khas wangi susu, mudah meleleh di suhu hangat. Warnanya kuning pucat (lebih muda dan margarin).
Ada dua jenis mentega, yaitu tawar dan asin. Umumnya yang digunakan untuk mernbuat cake dan cookies adalah mentega tawar.
- Mentega punya aroma yang enak, tetapi terlalu lembut dan daya emulsinya kurang baik, menyebabkan tekstur kue kurang kokoh. Penggunaan mentega dalam kue memberikan rasa lebih gurih dan lembut.
- Margarin terbuat dan lemak tumbuhan (nabati seperti minyak kelapa sawit dan minyak biji bunga matahari). Teksturnya Febih kaku, stabil di suhu ruang (tidak mudah meleleh), warnanya pun lebih kuning dan mentega. Marganin aromanya tidak seenak mentega, tapi daya emulsinya bagus sehingga bisa menghasilkan tekstur kue yang bagus. Sehingga umumnya orang mencampur mentega dan margarin dengan perbandingan 1:1, untuk mendapatkan aroma yang enak sekaligus tekstur kue yang memuaskan.
Sedangkan Roombotter berasal dan bahasa Belanda, adalah mentega juga. Tetapi di Indonesia orang biasanya mengistilahkan roombouter untuk jenis mentega dalam kaleng yang wanginya cukup kuat. Biasanya Roombotter mengandung rasa asin.
b. Bagaimana cara melelehkan yang benar? Jangan sampai mendidih. Kalo
sudah mencair langsung diangkat dari api.
8. kertas roti
a. beli dimana? Di toko buku, toko kue.
9. loyang kotak
Apa cukup dengan membeli satu ukuran saja? Tergantung dari kue/cake yg dibuat.
10. Gula palem (Brown Sugar)
Adalah gula pasir halu yang diberi molasses beraroma caramel. Brown sugar di pasaran ada 2 macam, yaitu light brown sugar dan dark brown sugar. Perbedaannya adalah pada kadar molasses yang ditambahkan. Light brown sugar memiliki kadar molasses lebih rendah daripada Dark Brown sugar.
Sedangkan gula palem adalah gula aren yang berbutir halus. Sebaiknya jangan mengganti brown sugar dengan gula palem, karena aromanya yang berbeda dengan kue yang dihasilkan akan berbeda. Jika terpaksa, brown sugar dapat diganti dengan campuran gula pasir dan gula palem dengan perbandingan 1:1, tetapi aroma dan rasanya tetap akan berbeda.
11. Telur
Telur berfungsi untuk mengembangkan kue. Ketika dikocok, protein telur membentuk gelembung-gelembung udara yang makin ama makin membesar, membantu adonan kue mengembang ketika dipanggang. Selalu gunakan telur baru/segar dengan ciri putihnya mengental dan kuningnya utuh. Tidak masalah jika menggunakan telur ayarn kampung ataupun telur ayam buras.
Pilih telur dengan ukuran sedang jika di dalam resep tidak disebutkan secara rinci berat telur yang diminta. Telur ukuran sedang mempunyai berat ± 50 gr atau sejumlah 18 telur dalam 1 kg. Jika menggunakan telur yang sudah disimpan di dalam emari es, selalu keluarkan telur ± 30 menit sebelum digunakan agar suhu telur sama dengan suhu ruang.
Jika resep meminta pemakaian putih telur secaraterpisah, pisahkan putih telur dali kuningnya secara hati-hati, jangan sampai ada kuning telur yang terbawa. Wadah putih telurpun harus bersih dan air atau minyak. Sedikit saja kuning telur, air atau minyak tercampur dalam putih telur, akan menyebabkan putih telur sulit menjadi kaku saat dikocok.
Saat mencampur putih telur kedalam adonan, jangan ikutkan putih telur cair yang terkadang tersisa di bagian bawah wadah pengocok putih telur, mi akan menyebabkan kuejadi bantat.
12. Emulsifier
Emulsifier adalah bahan kimia yang berfungsi mengikat adonan kue. Bisa berbentuk pasta ataupun bubuk.
Sebaiknya penggunaan emulsifier hanya untuk membuat kue dalam jumlah besar untuk menghemat telur dan untuk kepraktisan. Untuk kepeiluan rumah tangga, kue tanpa bahan kimia jauh Iebih sehat dan nikmat rasanya.
13. Aneka Krim
Perbedaan aneka jenis krim hanya terletak pada kandungan lemaknya. Makin tinggi kandungan lemaknya, makin gurih rasanya.
- Krim encer (cream)
Disebut juga krim segar. Kandungan Iemaknya 18-25%. lidak bisa dikocok hingga kental, lebih cocok untuk campuran kopi, puding, sup.
- Krim kental (thick cream)
Krim berbentuk cair dengan kandungan lemak 36-48%. Krim ini paling bagus, karena cepat kental jika dikocok. Banyak digunakan untuk menghias kue, campuran masakan atau hidangan penutup.
- Krim Kocok (whipped cream)
Krim berbentuk cair, kandungan lemaknya 30-35%. Meskipun kandungan Iemaknya tidak terlalu tinggi, masih bisa dikocok sampai mengeras.
- Krim kocok siap pakai
Krim dalam bentuk sudah terkocok. Rasanya agak manis, dijual dalam kemasan tabung. Banyak dipakai untuk menghias es krim, kopi, milk shake.
- Krim Asam (sour cream)
Krim encer yang difermentasikan. Rasanya asam gurih. Dicampurkan ke dalam rnasakan seperti sup atau saus. Bisa dibuat sendiri : kocok 250 ml krim encer dengan I sdt air jeruk nipis atau cuka. Campurkan 250 ml krim encer lagi. Diamkan 24 jam di tempat sejuk, lalu simpan 24 jam dalam lemari es.
- Krim bubuk
Seperti susu bubuk. Untuk menggunakannya, selalu tambahkan susu dingin atau air es, lalu kocok dengan mixerhingga berupa krim yang kental. Selama masih berbentuk bubuk, krim ml tidak perlu disimpan dalam lemari es.
Setiap negara punya istilah untuk membedakan krim encer dan krim kental. Orang lnggris menyebut krim encer sebagai single cream, sedangkan krim kental disebut double cream. Sedangkan orangAmerika, menyebut krim encer adalah Light Cream dan Thick Cream untuk krim kental. Agar lebih pasti perhatikan kandungan lemak yang tercantum di kemasannya.
14. Susu
- Susu UHT (Ultra High Temperature)
Dibuat dan susu cair yang dipanaskan dengan suhu ± 13’7° C. Praktis, karena awet dan tahan berbulan bulan tanpa disimpan dalam lemari es. Rasanya mirip susu homogen. Ada berbagai pilihan rasa, untuk memasak kue, pakailah yang tawar.
- Susu EvaporasI/Susu kental tawar (evaporated milk)
Jenis susu yang telah diuapkan sebagian airnya, hingga kental. Untuk menggunakannya tambahkan 2 bagian air. Sering dipakaI sebagai pengganti krim untuk kopi atau sup.
- Susu Kental Manis (condensed milk)
Sesuai namanya, susu mi kental dan maniS sekali. Jika digunakan untuk membuat kue/puding, perhitungkan kadar gulanya. Untuk siraman es campur, martabak manis, pancake.
- Susu Bubuk
Hasil olah susu segar yang dikeringkan hingga berbentuk bubuk. Ada yang penuh kandungan lemak (full cream), dibuang sebagian lemaknya (low fat) atau yang tanpa lemak (skim/non fat). Untuk memperoleh susu cair, larutkan 3 sdm susu bubuk dalam 250 ml air, atau ikuti keterangan pada kemasan.
Ada jenis susu tertentu yang banyak dipakai dalam resep masakan atau kue Barat. Jika ada resep yang memakai salah satu bahan berikut Anda bisa menggantinya dengan mudah.
- Buttermilk
Cairan sisa pemrosesan mentega. Susu jenis ini biasanya kental dan bisa langsung diminum atau untuk campuran membuat kue. Jika diberi soda kue, susu ini berfungsi sebagai bahan pengembang. Sebagai pengganti pakailah susu asam atau buat
sendiri dan susu cair.
- Susu asam (sour milk)
Rasanya asam karena proses fermentasi. Fungsinya sama dengan buttermilk. Untuk mernbuat sendiri tambahkan 1 sdm air jeruk lemon/cuka dalam 300 ml susu cair. Aduk, tunggu 10 menit sarnpai kental baru pakai untuk memberi cita rasa khas pada kue/masakan. Tambahkan 1/2 sdt soda kue dan pakailah sebagai bahan pengembang.
- Yoghurt
Susu yang difermentasikan. Rasanya asam, lebih kental dan susu asam. Untuk masakan, campuran minuman, saus salad, atau marinade.
15. Keju
Umumnya keju dibuat dari susu sapi, tetapi ada juga keju yang terbuat dan susu kambing, domba atau kerbau. Keju dibagi berdasarkan cara pembuatan, lamanya fermentasi serta tekstumnya. Semakin lunak tekstur keju, semakin mudah rusak serta membusuk. Misalnya cream cheese dan mascarpone. Periksa tanggal kadaluarsa setiap kali membeli. Masukkan ke dalam wadah tertutup, simpan dalam lemari es, dalam keadaan terbungkus rapat, keju dapat tahan selama 7-8 hari. Simnpan semua jenis keju di lemari es dalam keadaan terbungkus. Bila jenis keju keras, parut lalu sirnpan dalam lemari kantung plastik, lalu masukkan ke dalam freezer. Da pat bertahan sampai 2-3 bulan.
Jenis-jenis keju yang umum digunakan dalam pembuatan cake dan cookies adalah:
- Keju Cheddar. Keju ini berasal dan Inggris. Mempunyai rasa lembut sarnpai dengan tajam tergantung umur keju. Warnanya mulai dan kuning pucat sampai oranye. Keju cheddar tua Iebih disukai kanena rasanya yang
tajam dan warnanya yang menarik.
keju cheddar muda agak lunak, rasanya Iembut serta warnanya pucat. Untuk penggunan dalam cake dan cookies, biasanya diparut. Dapat dicarnpurkan kedalam adonan atau sebagal topping.
Keju Edam
Keju tua khas Belanda. Mempunyai rasa lembut dan berardma seperti kacang. Semakin tua keju mi semakin kuat rasanya, warnanya pun semakin kuning tua. Keju yang sangat tua, warnanya bertambah gelap dan teksturnya mulai berbutir-butir. Keju edam ni adalah ciri khas dan cookies Kaastengels yang terkenal itu.
Cream Cheese
Merupakan salah satu keju Amerika yang terkenal. Mempunyai tekstur yang lunak dan lembut. Rasa asam lembut. Biasa djjual dalam lemari pendingin di supermarket, dalam kemasan kertas aluminium atau wadah mangkuk plastik. Selalu simpan cream cheese di dalam lemari es, karena sangat mudah rusak.
Cream cheese merupakan bahan utama dalam pembuatan Cheese Cake, baik yang dipanggang (oven) atau yang didinginkan (chilled). Sebelum digunakan, selalu keluarkan cream cheese dan lemari es ± 30 menit sebelumnya agar cream cheese melunak.
Mascarpone Cheese
Bahan utama dalam pembuatan Tiramisu. Mascarpone merupakan keju segar dan Italia yang terbuat dari susu sapi. Teksturnya lunak seperti mentega. Rasanya manis seperti krirn dan tidak asin. Selalu simpan di dalarn lemari es, karena Mascarpone sangat mudah rusak.
16. Tepung Maizena
Tepung maizena meski jarang sekali digunakan sebagai bahan utama pada pembuatan cake dan cookies, tapi selalu menjadi bahan pembantu untuk mendapatkan tekstur sempurna.
Pada resep cookies, maizena dipakai sebagai bahan pembantu “merenyahkan”, sedangkan pada resep cake, maizena adalah bahan pembantu untuk “melembutkan”.
Gunakan hanya 10% ski 20% saja dan bahan tepung terigunya, sebab kalau terlalu banyak cake dan cookies akan mudah berjamur alias tidak awet.
===========================
Sumber & Website Link:
- http://www.tigerson-tm.com
- http://www.titanbaking.com
- http://ncc.blogsome.com
- http://mamalehe.blogspot.com
- http://www.wilton.com
- 18 Cake & Cookies Favorit, Step by Step + Jurus-jurus Jitu (NCC Book)
ada yang mo nambahin gak???
===========================
List toko bahan kue:
1. Toko Ani Jl. Gunung Sahari I No. 5, Jakarta 10610 Phone. 021- 4211286 - 425 3109 - 389 04460 Fax. 021 421 1284
2. Bluebell Kelapa Nias Raya (pelepah Elok I) Blok GN1 - 35 - Jakarta
14250 Phone. 021 451 7082 4517083 Fax. 45841664
3. Toko Cherri Jl Pondok Kelapa Raya Blok I 14 No. 3C Telp. 021-8656043
(Letaknya seberangnya Diskmart Pondok Kelapa,deket Alfamart)
4. Toko Fortuna Jl. Zainul Arifin, Jakarta Pusat Phone. 021 6322937
5. Guten Braun Jl. KH. Hasyim Ashari (jarak beberapa toko dari Toko Mira, ke arah Roxy)
6. La Sara Perum. Bumi Satria Kencana, Jl. H. Noer Ali - Kalimalang - Bekasi. Telp. 021-8840910
7. Lowid's Ruko Bintaro Jaya Sektor 9 Blok C No.5 - Bintaro Jaya
8. Toko Merry Pasar Mayestik Lt.1 Blok I B18 Phone. 021 7244718 - 7221785
9. Toko Mira - Hasyim Ashari Jl. KH. Hasyim Ashari no. 9-B Jakarta Pusat
10. Toko Mira - Depok Ruko Depok Mas B No. 3 Jl. Raya Margonda No. 42, Depok Phone. 772 03681
11. PT.Prambanan Kencana -> Ingat FondX, ingat Prambanan Kencana Jl.Kaji 11A Tlp.633 2127 Sales person: Nurdin, HP: 0811 91 2772 / esia: 930100 79
12. Restomart - Kitchen Superstore Gajah Mada Plaza Lt. III/9 Jl.Gajahmada No. 19-26 Jakarta Pusat Phone. 021 633 6860 - 633 6861 Fax. 021 633 6855 Email: nolexjkt at indosat dot net dot id
13. Toko Rossy Jl. Kaji No. 38A, Jakarta 10130 Phone. 021 632 1145 - 6321147 Fax. 021 632 0078
14. Tigerson Jl. Kaji No. 18B, Jakarta Pusat Phone: (62-21) 632 5913, 632 5917 Fax: (62-21) 633 0710 Website: http://www.tigerson-tm.com/ http://www.tigerson-tm.com Email: tigerson at telkom dot net
15. Toko Tania Ruko Villa Melati Mas (deket Giant) Serpong
16. Titan Jl. RS Fatmawati 22A, Cilandak Barat, Jakarta Selatan Phone : (62-21) 769 2329 Fax : (62-21) 766 8137 Email : titan at titanbaking dot com. Open Daily : Monday - Saturday 8 AM - 7 PM Sunday/Public Holidays
9 AM - 3 PM Website:
17. Wilton - Fatmawati Jl. R.S. Fatmawati No. 8 Blok A, Jakarta Selatan Phone. 021 7200 239 - 724 6858 Fax. 724 6858
Resiko pemberian MPASI terlalu dini
(Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005)
Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MPASI
di usia < 6 bl. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO &
IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan
apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bl pertama kehidupan
seorg anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan
MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.
Alasan menunda pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bl ?!
Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bl) umur 4 bl
aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bl. Dan banyak yang berpendapat gak
ada masalah apa-apa tuh dg anaknya.
Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian
juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah
berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih
dari 5th yg lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia
4 bl. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan
banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan >6bl.
Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!
1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan
besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI
dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman.
Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari
peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum
ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan
panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi
penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
2. Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif
sempurna dan siap menerima MPASI.
Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim
amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan
Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan
dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan
terjadi alergi.
4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di
kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.
Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat
pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa
MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.
Masih banyak yg mengenalkan MPASI < 6 bl
Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MPASI ke
anaknya sebelum berumur 6 bl ? Banyak sekali alasan kenapa ortu
memberikan MPASI < 6 bl. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya
kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada
relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belum
sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah &
memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak
kenyang. Padahal menangis bukan semata2 tanda ia lapar.
Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita spt ortu terdahulu
bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bl.
Malah sekrg jadi orang.
Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada
dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi
yg belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl.
Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bl mengandung resiko
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan
penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi
masalah utk kita tapi belum tentu utk yg lain.
Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada
anak yg dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru
bermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau
di anak yg lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami
gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya.
Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. Banyak yang
merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan".
Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan utk tidak mengikuti aturan
yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula
penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan
hasil riset yg ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan.
Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.
Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak <
6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi
juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).
Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik
pemberian MPASI < 6 bl, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak
sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb.
Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi < 6 bl ataupun >
6bl, alangkah baiknya dipertimbangkan dg baik untung ruginya bagi anak,
bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik
utk sang anak.
Sumber :
. Solid Food in Early Infancy increases risk of Eczema, from original
source : Fergusson DM et al Early solid feeding and recurrent childhood
eczema: a 10-year longitudinal study Pediatrics 1990 Oct;
86:541-546.[Medline abstract][Download citation]
. World Health Organization (WHO). Infant Feeding Guidelines. 2003.
Information for Health Professionals on Infant Feeding.
www.who.int/health_topics/breastfeeding/en/
. World Health Organization (WHO). 2003. Global Strategy for Infant and
Young Child Feeding. www.who.int
. World Health Organization (WHO). Complementary feeding. Report of the
global consultation. Summary of guiding principles. Geneva, 10-13 December
2001. www.who.int
. Artikel : Why Delay Solids?
http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html
. The introduction of solids in relation to asthma and eczema.
A Zutavern, E von Mutius, J Harris, P Mills, S Moffatt, C White and P
Cullinan. http://adc.bmjjournals.com/cgi/content/abstract/89/4/303
. AAP. 1990. Early solid feeding and recurrent childhood eczema: a 10-year
longitudinal study. DM Fergusson, LJ Horwood and FT Shannon.
http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/abstract/86/4/541
. NCBI. Protective nutrients and bacterial colonization in the immature
human gut. Dai D, Walker WA.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=10645469&dopt=Abstract
. Relation between early introduction of solid food to infants and their
weight and illnesses during the first two years of life. Forsyth JS,
Ogston SA, Clark A, Florey CD, Howie PW. Dept of Child Health, Ninewells
Hospital and Medical School, Dundee.
. Artikel : Stop MPASI terlalu dini. Majalah Ayahbunda Edisi/No.01 Januari
2005
10 Hal Tabu Dalam Mendidik Anak
Apa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mengadopsi cara-cara yang sering ia lihat ke dalam kehidupannya kelak. Meski tak selalu, lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya, termasuk bagaimana orang tua mendidik mereka.
Anak yang dibesarkan dalam situasi keluarga yang nyaman tentu berbeda dengan anak yang selalu diberi hukuman fisik oleh orang tuanya. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang tidak tahu bagaimana cara memberikan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan optimal anak. Akibatnya, anak pun tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan. Nah, berikut ini adalah 10 hal yang harus dihindari dalam mendidik anak:
1. Terlalu lemah
Misalnya, selalu memenuhi semua permintaan anak. Anak tidak diajar untuk mengenal hak dan kewajiban. Akibatnya, anak menjadi terlalu penuntut, impulsif (gampang melakukan tindakan tanpa perhitungan), egois, dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain.
2. Terlalu menekan
Misalnya, orang tua terlalu mengatur dan mengarahkan anak, tanpa memperhatikan hak anak untuk menentukan keinginannya sendiri, atau untuk mengembangkan minat dan kegiatan yang ia inginkan. Akibatnya, anak akan menjadi lamban, selalu bekerja sesuai perintah, tidak memiliki pendirian, dan suka melawan.
3. Perfeksionis
Orang tua menuntut anak untuk menunjukkan kematangan sikap atau target tertentu yang umumnya melebihi kemampuan yang wajarnya dimiliki anak. Akibatnya, anak akan terobsesi untuk meraih prestasi yang diharapkan orang tuanya. Ia juga akan menjadi terlalu keras dan kritis terhadap dirinya sendiri.
4. Tidak memberi perhatian
Orang tua hanya menyediakan sedikit waktu untuk memperhatikan setiap perkembangan anak, atau membantu anak menempuh tahap demi tahap perkembangannya. Akibatnya, anak tak mampu membina hubungan dengan lingkungannya dan akan tumbuh menjadi anak yang impulsif.
5. Terlalu cemas akan kesehatannya
Orang tua terlalu berlebihan mencemaskan kondisi fisik anak. Padahal, secara obyektif, anak sehat. Sakit sedikit saja, orang tua cemasnya minta ampun. Akibatnya, anak akan mudah merasa tak sehat dan ikut merasakan kecemasan yang sama. Enggan bermain, takut jatuh, dan sebagainya.
6. Terlalu memanjakan
Misalnya, terus-menerus menghujani anak dengan barang-barang mahal atau memberikan pelayanan istimewa, tanpa mempertimbangkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan anak. Akibatnya, anak bisa menjadi anak yang gampang bosan, kurang inisiatif, dan tak memiliki daya juang.
7. Tidak pernah memberi kepercayaan
Orang tua selalu meramalkan kesalahan yang belum tentu dilakukan anak. Orang tua juga selalu mengritik anak, bahkan untuk hal-hal yang seharusnya tak perlu kritikan. "Kamu, sih, nanti kalau jatuh, bagaimana?" Akibatnya, anak akan menjadi seorang yang pesimis, rendah diri, dan cenderung mengembangkan hal-hal yang selalu dilarang orang tua.
8. Menolak kehadiran anak
Misalnya, jenis kelamin anak tak sesuai dengan harapan orang tua, sehingga orang tua cenderung menolak menjadikan anak sebagai bagian dari keluarga. Akibatnya, semua tindakan yang dilakukan orang tua selalu merugikan anak. Anak bisa rendah diri dan menunjukkan sikap bermusuhan terhadap orang tua.
9. Suka menghukum
Orang tua bersikap agresif terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak, dan cenderung memilih memberikan hukuman fisik dengan alasan mengajarkan disiplin. Bisa-bisa anak akan menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang wajar dilakukan dan akan melakukan hal yang sama terhadap keluarganya kelak.
10. Suka menggoda
Orang tua cenderung melecehkan keberadaan anak dengan sering mengolok-olok dan mengungkapkan kekurangan anak di depan orang banyak. Akibatnya, anak akan merasa tidak dihargai dan rendah diri.
Kiriman: Santi Noviyanti - Surabaya
10 HAL YANG DIINGINKAN ANAK
Sebagai orang tua, kebanyakan dari kita lebih memperhatikan perilaku anak, dan bukannya perilaku kita sebagai orang tua. Tentu ini sesuatu yang tak adil bagi anak. Cobalah lihat diri Anda dari sudut pandang anak. Penelitian terhadap seratus ribu anak menunjukkan, ada 10 hal yang paling diinginkan anak dari orang tua mereka:
1. Tidak bertengkar di hadapan mereka. Anak selalu mencontoh tindakan orang tua. Apa jadinya jika setiap hari orang tua adu mulut di hadapan mereka?
2. Berlaku adil terhadap semua anak-anaknya. Setiap anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Yang mereka butuhkan bukan perlakuan yang sama, melainkan perlakuan yang adil, sesuai kebutuhan masing-masing anak.
3. Orang tua yang jujur. Orang tua yang meminta anaknya berbohong, tentu tidak sadar pada apa yang tengah dilakukannya. Sekali lagi, anak mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.
4. Toleran terhadap orang lain. Toleransi akan mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan.
5. Selalu menyambut teman-teman mereka dengan ramah.
6. Mau membangun semangat tim bersama mereka. Kekompakan antar-orang tua dan anak akan sangat berpengaruh saat anak beranjak dewasa.
7. Mau menjawab setiap pertanyaan mereka. Luangkan waktu untuk mereka. Jika Anda tak mampu menjawab, katakan Anda akan mencari tahu lebih dulu.
8. Mau mengajarkan disiplin, namun tidak di depan orang lain, terutama teman-teman mereka. Intinya, jagalah perasaan anak.
9. Lebih melihat sisi positif ketimbang sisi buruk mereka.
10. Konsisten. Bayangkan, apa yang dirasakan anak jika hari ini Anda menjawab A dan besok menjawab B untuk pertanyaan yang sama yang diajukan anak.
Muntah Setiap Kali Makan
Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.
Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias memuntahkannya lagi. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim. "Sebenarnya, masalah ini tak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebabnya dan kemudian segera mengatasinya," kata dr. Kishore R.J, dari Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Bila makanan tersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan atau dimuntahkan lagi, mungkin masalahnya ada di sekitar mulut. "Bisa karena proses menelannya belum bagus atau bayinya tak suka dengan makanan tersebut." Bila demikian, tak perlu khawatir, karena biasanya tak berlangsung lama, hanya pada awal-awal perkenalan makanan semi padat dan padat saja. Namun bila dikeluarkan atau dimuntahkannya setelah beberapa lama makanan tersebut masuk ke lambung, misal, setelah setengah jam, berarti ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.
REFLEKS MENELAN BELUM BAGUS
Bila karena refleks menelannya memang belum bagus, terang Kishore lebih lanjut, ketika makanan ditaruh di bagian depan lidahnya, si bayi berusaha menelannya dengan menjulurkan lidahnya. Namun bukannya bisa masuk, malah makanannya jadi keluar lagi. Seperti halnya bayi mau belajar merangkak, kadang jalannya bukannya maju malah mundur karena koordinasi motoriknya belum bagus. Sementara kalau dia mengisap ASI, tak jadi masalah, karena puting ada di belakang lidahnya. "Tentunya tak mungkin kita taruh makanan di belakang lidahnya, bukan?"
Adakalanya bayi merasa kesal karena tak bisa menelannya hingga ia pun menangis. "Seringkali bila hal ini terjadi, pengasuh atau orang tua malah memaksakan pemberiannya. Misal, dengan menaruh si bayi di posisi mendatar, lalu mencekoki makanannya. Otomatis bayi akan membatukkannya hingga terjadi muntah. Peristiwa ini berbahaya sekali, karena saat itu makanan bisa masuk ke saluran napas dan menyumbatnya hingga berakibat fatal."
Refleks menelan ini, papar Kishore, akan membaik dengan sendirinya. Tergantung kemampuan masing-masing bayi dalam menelan. Umumnya di atas usia 6 bulan.
Jika refleks menelannya belum baik dan bayi belum bisa menelan makanan padat, kita bisa mengatasinya dengan mengencerkan lagi makanannya hingga mudah baginya untuk menelan. Misal, bubur susunya sedikit diencerkan lagi. Kalau sudah makan nasi tim, maka diblender lagi. Tentunya dengan menggunakan blender khusus untuk makanan bayi, bukan untuk cabai atau bumbu. "Lakukan secara bertahap. Misal, awalnya diblendernya selama 2 menit dan dilakukan selama 2 minggu. Setelah itu, diblendernya hanya 1 menit. Jadi, makin lama makin sebentar memblendernya." Hingga, makanan yang awalnya cair, seperti jus, lama-lama jadi agak kasar dan makin padat. Dengan demikian si bayi lambat laun jadi terlatih. Diharapkan di usia setahun dia bisa makan nasi lembek.
TAK KENAL DENGAN MAKANANNYA
Jika bayi tak kenal atau tak suka dengan makanannya, baik yang semi padat ataupun padat, tentu akan ditolaknya. "Selama ini makanan yang diterima bayi selalu dalam bentuk cair. Sementara kini dia mulai mendapatkan makanan yang agak kental, semisal bubur susu, atau makanan agak padat, semisal nasi tim. Nah, karena tak kenal, pasti awalnya akan ditolaknya," papar Kishore.
Bila demikian kejadiannya, pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak diencerkan lagi. "Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kita karena akan membuatnya trauma. Bisa jadi setiap kali melihat mangkuk makanan, dia jadi menangis karena takut dijejalkan."
Tak ada batas toleransi sampai berapa lama. Namun tentunya bukan berarti si bayi didiamkan saja dengan diberi makanan cair terus. "Orang tua tetap harus melatihnya untuk menerima makanan padat, hingga nantinya anak mengenal makanan padat dan tidak menolaknya dengan tak mau makan."
Selain itu, bila usianya sudah di atas setahun, tentunya konsumsi susu saja takkan mencukupi. Pemberian makanan padat tetap harus dilatih terus. Misal, kalau sekali menolak, esok atau lusa dicoba lagi. "Jika usianya sudah hampir setahun, ajak dia duduk bersama kalau orang tuanya sedang makan. Tak usah dia diberi makanan. Biasanya anak kecil cenderung meniru orang dewasa. Kalau dia melihat ayah dan ibunya makan, dia pun akan menirunya. Jika dia meminta makanan, asalkan tak pedas, berikan saja. Jangan dilarang-larang karena akan membuatnya trauma."
RASANYA BERBEDA
Ada pula bayi yang menolak nasi tim karena rasanya yang berbeda. Jangan lupa, selama 6 bulan pertama, bayi kenalnya hanya rasa manis. Nah, nasi tim tak manis seperti halnya bubur susu, kan? Jadi, ada kemungkinan dia tak suka karena rasanya tak manis.
Kalau bayi tak suka karena tak mengenal rasa nasi tim tersebut, bisa diupayakan agar si bayi belajar mengenal rasa. Jadi, Bu-Pak, rasanya yang harus diubah dan divariasikan. Misal, awalnya nasi tim tersebut diberi tambahan glukosa atau yang paling mudah adalah kecap manis, hingga rasa nasi tim tersebut masih ada manisnya. Semakin lama, kecapnya agak dikurangi hingga bayi mengenal rasa nasi tim yang lain.
Muntah juga bisa terjadi, misal, karena bayi kekenyangan makan atau minum ataupun karena bayinya mengulet hingga tekanan di perutnya tinggi, akibatnya susunya keluar lagi.
GANGGUAN SFINGTER
Sementara bila karena ada gangguan di saluran cernanya, terang Kishore selanjutnya, kita tahu bahwa pada saluran pencernaan itu ada saluran makan (esophagus), yang berawal dari tenggorokan sampai lambung. Nah, pada saluran yang menuju lambung ini ada semacam klep atau katup yang dinamakan sfingter. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung.
Umumnya sfingter pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambahnya usia. Umumnya di atas usia 6 bulan. Namun, adakalanya di usia itu pun si bayi masih mengalami gangguan. Jadi, sifatnya sangat bervariasi.
Tentunya, kalau sfingter tak bagus, maka makanan yang masuk ke lambung bisa keluar lagi. Gejalanya biasanya kalau pada bayi akan lebih sering gumoh, terutama sehabis disusui. Apalagi bila ia ditidurkan dengan posisi telentang. Ingat, cairan selalu mencari tempat yang paling rendah, bukan? Begitupun bila setiap kali diberi makanan padat muntah, harus dicurigai sfingter-nya tak bagus. Apalagi bila berat badan bayinya tak naik-naik, misal selama 1-2 bulan.
Kadang ada juga sfingter dengan gangguan, yang disebut hipertropi pylorus stenosis, yaitu adanya otot pylorus yang menebal hingga makanan akan susah turun dari lambung ke usus, akhirnya keluar muntah. Gejalanya, tiap kali diberikan makanan padat akan muntah. Tapi kalau makanan cair tidak. Selain itu, berat badannya pun sulit naik. Jika gangguannya berat, makanan cair pun biasanya tak bisa lewat, hingga menganggu pertumbuhan si bayi karena tak ada penyerapan makanan. Biasanya kalau kejadiannya demikian, harus dilakukan tindakan operasi secepatnya untuk memperbaiki klepnya hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa jalan dengan lancar.
Namun kalau gangguannya ringan saja, misal, muntahnya jarang dan setelah dilakukan pemeriksaan dengan rontgen atau USG ditemui hipertropi sfingter ringan, berat badan anak tetap naik. Biasanya kalau kasusnya demikian, tindakan operasi bisa ditunda. Diharapkan dengan bertambahnya usia, bayi mulai berdiri tegak hingga makanan lebih mudah turun.
Pada beberapa bayi, refleks menelannya mungkin akan tetap tak bagus bila ada kelainan saraf. Hal ini biasanya tak berdiri sendiri, tapi ada penyakit lain, semisal terkena radang otak, tumor, atau infeksi pada saraf, sehingga kontrol pergerakan ototnya tak ada. "Sejauh ini, bila terjadi demikian, tak dapat diperbaiki. Mungkin bayi terpaksa pakai selang untuk memasukkan makanannya sampai kapan pun. Meski sekarang ada teknik-teknik yang merangsang otot-ototnya dengan fisioterapi tapi hasilnya tidak memuaskan," terang Kishore.
Dedeh Kurniasih.Foto: Iman Dharma (nakita)
Menghadapi Bayi Muntah
Jika bayi muntah, saran Kishore, cepat miringkan tubuhnya, atau diangkat ke belakang seperti disendawakan atau ditengkurapkan agar muntahannya tak masuk ke saluran napas yang dapat menyumbat dan berakibat fatal.
Jika muntahnya keluar lewat hidung, orang tua tak perlu khawatir. "Ini berarti muntahnya keluar. Bersihkan saja segera bekas muntahnya. Justru yang bahaya bila dari hidung masuk lagi terisap ke saluran napas. Karena bisa masuk ke paru-paru dan menyumbat jalan napas. Jika ada muntah masuk ke paru-paru tak bisa dilakukan tindakan apa-apa, kecuali membawanya segera ke dokter untuk ditangani lebih lanjut."
Makanan Semi Padat Bukan Makanan Pokok
Pada prinsipnya, terang Kishore, makanan utama bayi adalah ASI. Namun bila karena suatu sebab terpaksa si bayi tak bisa memperoleh ASI, maka makanan utamanya adalah susu formula. Walaupun, untuk bayi, tetap yang dianjurkan adalah ASI eksklusif. Dalam pelaksanaan ASI eksklusif ini, ada yang menganut sampai usia bayi 4 bulan, ada juga yang sampai 6 bulan.
Namun kini para dokter anak banyak yang menganjurkan ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Selain karena ASI tak tergantikan, juga dengan bayi terus menyusu maka ASI pun dapat terus diproduksi. Juga diharapkan di usia 6 bulan ini bayi dapat menelan lebih bagus. "Kita tahu bahwa proses menelan bayi belum terlalu baik. Sementara kalau mengisap, tak jadi masalah karena ia meletakkan puting susu ibu di belakang lidahnya, selain juga punya refleks mengisap."
Meski, paparnya, ada juga ahli yang berpendapat tentunya ada kerugian ASI ekslusif sampai usia 6 bulan. Karena bayi jadi terlambat diperkenalkan makanan di luar ASI.
Dari segi kecukupan nutrisi, pemberian ASI atau susu formula saja bagi bayi di bawah usia setahun sebetulnya cukup, karena memang itulah makanan pokoknya. Sedangkan makanan semi padat, seperti bubur susu, biskuit, buah, atau nasi tim, merupakan makanan tambahan. "Kita hanya memperkenalkan makanan semi padat agar nantinya dia bisa mengkonsumsi makanan padat. Karena setelah usia setahun, susu bukan lagi makanan pokok."
10 Mitos Pola Makan Anak
Created By : Erna (Ibunya Emanuel Adi Krisna)
Edited By : Siti Aminah (Link http://batitacerdas.cjb.net
Apa iya, makanan bayi buatan pabrik lebih bagus dibanding buatan sendiri? Apa
iya, lebih bagus mengenalkan sayuran dulu dibanding buah? Apa iya, anak cuma
suka makanan yang itu-itu saja? Bingung deh. Apalagi jika orangtua, teman, atau
tetangga, memberi saran berbeda-beda. Yuk,
Teliti mana yang mitos dan mana yang fakta!
1. Mitos: Jika bayi mengalami sembelit saat disususi susu formula, ganti susu
itu dengan yang rendah zat besi.
Fakta: Jumlah zat besi dalam susu formula tidak mempengaruhi fungsi
pencernaan usus bayi. Bahkan memberi susu formula rendah zat besi bisa
menyebabkan bayi anemia, yang bisa menurunkan kemampuan bayi belajar.
Meski ASI mengandung lebih sedikit zat besi, namun zat besi ini lebih
mudah diserap dalam saluran pencernaan bayi. Sebaliknya, zat besi susu
formula tak mudah diserap, sehingga mesti ditambahkan lebih banyak agar
bayi memperoleh cukup zat besi. Jika bayi mengalami sembelit,
diskusikan dengan dokter untuk menambahkan sedikit jus buah ke dalam
menu makannya.
2. Mitos: Kalau mau mengenalkan makanan padat, gunakan makanan botolan,
karena lebih sehat.
Fakta: Makanan bayi yang dikemas dalam botol gelas memang lebih praktis
dan sehat. Namun ini tidak mengandung zat-zat gizi yang lebih istimewa
dibanding makanan buatan sendiri. Meski membuat makanan sendiri lebih
butuh banyak waktu dan tenaga, namun ini lebih bagus sebab bayi akan
kenal dengan citarasa baru yang nantinya akan sering makin familiar
saat ia bertambah besar. Awalnya, cobalah sajikan pure apel yang
dimasak matang. Bisa juga pure buah pir, wortel, jagung, kentang,
kacang hijau, atau kacang polong. Kita juga bisa mengenalkan pisang
atau avokad yang masak.
Bayam, bit, labu, sebaiknya baru diberikan setelah bayi berusia 8
bulan, karena mengandung senyawa nitrat, yang bisa mengganggu suplai
oksigen oleh darah ke dalam sel-sel tubuh. Saat usia bayi 9 bulan, ia
bisa mulai makan daging ayam, ikan, daging sapi, dan makanan dari
kedelai seperti tempe atau tahu, yang sudah dicincang. Jangan sajikan
sup kalengan, daging proses (kornet, sosis, sarden) atau makanan beku
seperti nugget kepada anak di bawah 1 tahun. Kandungan garam dan
zat-zat aditif yang tinggi dalam makanan ini susah dicerna bayi.
3. Mitos: Tidak baik jika anak makan daging atau telur secara teratur.
Fakta: Bagi orang dewasa, memang sebaiknya mengurangi makan daging atau
telur. Namun tidak demikian untuk anak. Daging dan telur adalah sumber
protein yang sangat bagus dan memberi banyak zat besi serta mineral
seng, yang penting bagi tumbuh kembang anak. Namun hindari daging
fastfood, misalnya burger. Lebih baik, buat daging panggang atau bakso
sendiri di rumah. Jika hendak menyajikan telur, berikan yang kuning
telurnya sudah matang dan padat, bukan setengah matang. Untuk
mengurangi alergi, tunda pemberian putih telur sampai usia si kecil 1
tahun.
4. Mitos: Jika anak menolak makanan, jangan sajikan makanan itu lagi!
Fakta: Beberapa penelitian menunjukkan, batita bisa saja perlu disajikan
makanan yang sama sampai 15 kali sebelum ia mau memakannya. Jika batita
menolak makanan yang kita sajikan, jangan diambil hati. Reaksinya bisa
jadi lebih karena terkejut, bukan karena tidak menyukai. Dan biasanya
batita menolak makanan baru karena tekstur atau aromanya, bukan
rasanya.
Cobalah sajikan lagi. Bagus juga jika ibu menyajikan makanan baru yang
berbeda selama beberapa kali. Untuk mengurangi penolakan, sajikan
makanan baru bersama makanan lama yang jadi favoritnya.
5. Mitos: Anak suka makan makanan yang sama lagi dan lagi.
Fakta: Jika batita menyukai makanan tertentu selama berhari-hari atau
berminggu-minggu, mungkin kita bepikir mitos itu benar. Anak memang
suka mengulang makan makanan yang sama. Namun anak juga punya naluri
yang kuat untuk mencoba citarasa baru. Makin banyak anak ditawari jenis
makanan, makin suka pula ia dengan makanan-makanan itu.Jadi, sajikan
sayur-sayuran, buah, atau jenis daging yang baru kepadanya, dengan cara
yang agak beda. Misal, taburkan daging ayam yang disuwir-suwir ke dalam
salad buah. Taburkan keju atau saus dressing ke atas brokoli kukus.
Atau tambahkan wortel pada saus spaghetti. Ajaklah anak ke supermarket
dan biar ia memilih sayuran mana yang disukainya, lalu masaklah
bersama-sama. Anak pasti akan menghargai dan menyukai sayur yang
dipilihnya sendiri. Bisa juga, tanamlah sayur-sayuran di halaman rumah
bersama anak, sehingga saat nantinya dipetik dan dimasak, anak
menyukainya.
6. Mitos: Lebih baik mengenalkan sayur lebih dulu, bukan buah. Kalau tidak,
rasa manis buah akan membuat anak tak suka sayur.
Fakta: Tak ada bukti kalau memberikan buah lebih dulu akan menurunkan
minat anak makan sayuran. Namun apapaun yang ibu kenalkan lebih dulu,
kenalkan makanan baru secara bertahap. Cobalah makanan yang berbeda
setiap 3-4 hari, lalu monitor si kecil untuk memastikan ia tidak
mengalami ruam atau sakit perut, yang merupakan tanda-tanda alergi.
7. Mitos: Anak-anak tidak memerlukan suplemen.
Fakta: Umumnya orang beranggapan, pola makan yang sehat akan menyuplai
anak semua zat gizi yang ia perlukan. Namun menurut studi di AS saja,
50% anak di sana kekurangan minimal satu jenis vitamin atau mineral,
dan 11% anak malah agak anemia. Cobalah diskusikan dengan dokter
mengenai suplemen multivitamin dan mineral yang cocok untuk anak. Jika
anak memang membutuhkan, belilah suplemen yang memberikan kandungan
vitamin atau mineral antara 50-150% RDA (kecukupan harian yang
dianjurkan).
8. Mitos: Batasi jumlah makan anak supaya ia tidak kegemukan.
Fakta: Anak-anak umumnya bagus dalam mengontrol pemasukan makan mereka.
Membatasi porsi makan anak malah justru berdampak negatif. Jika anak
terbiasa lapar secara rutin, mereka pun akan belajar untuk
mengenyangkan diri kapan saja saat tersedia banyak. Ini malah bisa
menjadi kebiasaan yang menimbulkan problem berat badan. Bagi anak yang
memang kelebihan berat badan, tetap sajikan makanan yang tinggi kalori
seperti makaroni, keju, cake, namun batasi jumlahnya saat makan besar.
Tambahkan lebih banyak buah dan sayuran, sehingga anak tetap merasa
kenyang. Selalu ajak juga anak untuk berolah raga bersama.
9. Mitos: Jangan memaniskan sayuran (misal dengan menambahkan gula). Nanti anak
tidak mau makan sayuran yang tawar.
Fakta: Sayuran membantu melindungi anak dari sembelit, kanker, dan
penyakit jantung, dan kita sebaiknya mendorong anak untuk
mengonsumsinya, dengan berbagai cara yang kita bisa. Jika anak terbiasa
makan sayuran secara teratur, ia nantinya akan menyukai sayuran, meski
rasanya tak manis. Jadi, tak perlu merasa bersalah untuk menambahkan
sedikit gula pada kacang-kacangan atau polong-polongan, susu pada
brokoli, atau madu pada labu atau buncis. Kita juga bisa menggunakan
taktik yang sama pada buah. Irislah kiwi atau nanas dan tutupi dengan
gula berwarna atau madu. Sejumlah kecil gula ini tak akan menimbulkan
karies gigi, jika diberikan bersama makanan yang sehat dan bukan
sebagai cake.
10. Mitos: Supaya anak tak mengalami karies gigi, sebaiknya jangan mengenalkan
makanan manis sejak kecil.
Fakta: Melarang anak makan yang manis-manis justru tindakan yang salah.
Ini hanya membuat anak makin ingin makan makanan manis itu. Lebih
bagus, ajarkan kepada anak bahwa sesekali makan makanan bergula seperti
cookie atau permen bisa menjadi bagian dari pola makan sehat secara
keseluruhan. Namun jangan menyetok makanan-makanan itu dalam kulkas
atau lemari makan. Lebih baik sediakan kismis, buah segar, yogurt buah,
jeruk, pir, melon, cracker yang tidak manis, roti tawar dari biji
gandum utuh, susu pasteurisasi, dan semacamnya. Berikan sebagai cemilan
atau dessert (pencuci mulut). Jika anak terbiasa makan cookie, donat,
atau permen, anak mungkin akan menolak cemilan-cemilan ini, namun
tetapkah sajikan dengan konsiten. (TG)
6 Kebiasaan Bayi yang Masih Terbawa Sampai Batita
Tiap tahapan perkembangan pastilah ada hal-hal baru yang dipelajari
anak. Namun tak jarang kebiasaan-kebiasaan di tahap perkembangan
sebelumnya masih terus terbawa. Contohnya kebiasaan-kebiasaan semasa
bayi yang seringkali masih terbawa sampai anak berusia batita.
Beberapa kebiasaan tersebut masih bisa dikategorikan normal, namun
beberapa lainnya sudah harus diwaspadai. Seberapa jauh orang tua
mencermati hal ini? "Yang terpenting, orang tua paham betul mana
yang masih boleh dilakukan anak dan mana yang sebaiknya tidak,"
jelas Sani B. Hermawan, Psi., dari Yayasan Bina Ananda.
1. NGENYOT JARI, NGEMPENG DAN NGEDOT
Menurut teori psikoseksual yang dikemukakan Sigmund Freud, sejak
bayi lahir sampai usia 18 bulan, anak mendapatkan kepuasaan melalui
fase oral. Kepuasan itu didapat anak lewat sensasi di sekitar daerah
mulutnya, baik itu berupa aktivitas makan, minum, ngedot, ngempeng,
ngenyot jari dan sebagainya. Hal ini wajar karena semua anak
pastilah melewati tahapan yang satu ini. Dikatakan tidak wajar bila
selewat usia 18 bulan, anak masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan
tersebut.
Upaya pencegahan tentu saja bisa dilakukan orang tua supaya anak
tidak kebablasan dengan kebiasaan tersebut. Salah satunya dengan
tidak membiasakan anak ngempeng dan ngenyot jari sejak bayi. Tapi
kalau sudah telanjur terjadi, beberapa langkah berikut bisa
dilakukan.
* Kenalkan cara minum menggunakan gelas.
* Jelaskan kebiasaannya itu dapat berakibat buruk. Seperti
mengganggu pertumbuhan gigi, kuman bisa masuk ke dalam mulut kalau
tangannya tidak bersih dan sebagainya.
* Mintalah anak memberikan dotnya pada anak yang kurang mampu. Atau
karena sudah rusak maka minta anak untuk membuang sendiri dot-nya.
* Alihkan perhatiannya pada hal lain yang juga mendatangkan
kepuasan. Contohnya dengan memperkenalkannya pada beberapa jenis
mainan baru, bunyi-bunyian dan sebagainya.
* Kalau sudah diberi penjelasan, anak masih saja melanjutkan
kebiasaan ngenyot jari, bisa saja orang tua mengakalinya dengan
memberikan sesuatu yang pahit di jarinya. Namun lakukan hal ini
sebagai upaya terakhir agar anak tidak merasa "ditipu" oleh orang
tuanya sendiri.
Beberapa dampak buruk akan muncul bila anak dibiarkan lekat dengan
kebiasaannya ini. Selain pertumbuhan giginya jadi tidak bagus,
secara psikologis anak juga akan kehilangan rasa aman (secure
feeling) bila meninggalkan kebiasaan yang sudah berubah menjadi
kebutuhan ini. Padahal bila terus terbawa sampai besar, bukan tidak
mungkin ia akan jadi bahan ejekan teman-temannya yang pada akhirnya
akan berpengaruh pada pembentukan konsep dirinya.
2. NGOMPOL DAN PUP DI CELANA
Masih menurut Freud, di usia batita anak sedang memasuki fase anal.
Anak akan mendapat kepuasan saat menahan BAK (buang air kecil)
maupun BAB (buang air besar) sebelum melepaskannya. Untuk fase anal,
sampai usia 3 tahun pun masih bisa dikategorikan wajar. Walau
begitu, ketika anak sudah bisa duduk, orang tua sebaiknya mulai
mengajarkan toilet training. Mungkin lebih mudah kalau diawali
dengan latihan BAB di kloset, dibanding mengajari anak BAK. Berikut
beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menyetop kebiasaan
BAK dan BAB di celana.
* Biasakan tiap bangun pagi segera mengajak anak BAK di kamar mandi.
* Tiap 3 jam sekali dudukkan anak di kloset, meski ia terlihat tidak
kebelet BAK. Begitupun menjelang tidur malam atau kala terbangun.
Meski mungkin saat itu anak belum ingin BAK, kebiasaan ini bisa
membantunya tidak ngompol lagi.
* Jangan terbiasa menolerir kebiasaan anak BAB di celana yang akan
membuat anak mendapat kepuasan/pleasure. Bila dari mimiknya anak
terlihat mau BAB, segera angkat dan dudukkan di kloset. Sebab kalau
dibiarkan saja BAB di celana, lama-kelamaan anak akan merasa
keenakan dan akhirnya malah tidak bisa BAB di kloset.
* Waspadai juga anak yang sudah lama tidak ngompol, tapi kemudian
mendadak ngompol lagi. Mungkin saja ada masalah psikologis yang
sedang dialaminya, seperti traumatic event dan sejenisnya. Tapi
kalau hanya sesekali dalam jangka waktu sekian lama tak perlu
dikhawatirkan karena bisa jadi anak hanya kecapekan atau mengalami
mimpi buruk. Lalu bagaimana cara orang tua bisa mendeteksi adanya
gangguan psikologis yang berakibat ia ngompol lagi? Salah satunya
kalau selama 6 bulan terakhir anak sudah tidak ngompol lagi namun
kemudian secara berturut-turut mulai ngompol lagi, besar kemungkinan
ia mengalami gangguan psikologis.
* Jangan anggap remeh kebiasaan anak BAK dan BAB di celana. Sebab
masalah ini akan mendatangkan serangkaian dampak buruk kalau terus
terbawa sampai tahapan usia selanjutnya. Dalam pergaulannya,
sosialisasinya akan terganggu karena ia akan jadi bahan ledekan
teman-temannya.
3. MEMAINKAN ALAT KELAMIN
Satu lagi kebiasaan bayi yang masih terbawa sampai batita menurut
teori Freud adalah kenikmatan memainkan alat kelamin. Dalam bahasa
psikologinya, tahapan ini diistilahkan sebagai fase phallic.
Kebiasaan ini masih dianggap normal, bahkan sampai anak berusia
balita. Walau dianggap normal, orang tua sebaiknya mengarahkan anak
untuk tidak melakukannya. Beri pemahaman begitu anak bisa diajak
berkomunikasi. Jelaskan bahwa kebiasaannya ini bisa menyebabkan alat
kelaminnya terluka, lecet, kotor, bahkan infeksi bila ada kuman
masuk. Anak perlu tahu kalau area di sekitar alat kelamin itu sangat
sensitif.
Kalau cara tersebut tidak berhasil, maka orang tua bisa
mengalihkannya dengan kegiatan lain yang juga bisa memberikannya
kepuasan. Misalnya dengan mengajak anak bermain tetabuhan dan
sebagainya. Tapi yang harus diingat, orang tua jangan panik bila
menemukan anak sedang melakukan kegiatan ini. Jangan marahi anak
apalagi bila disertai ancaman, karena tiap anak pasti mengalami fase
ini.
Menjadi masalah bila kebiasaan ini terus terbawa sampai anak besar.
Selain lingkungan akan menganggapnya melakukan tindakan tak pantas,
anak pun sebaiknya tahu bahwa kepuasan/kesenangannya bisa diperoleh
dengan cara lain, selain dengan memainkan alat kelamin.
4. NGECES
Ngeces atau mengeluarkan air liur tanpa kontrol lazim dilakukan bayi
karena kemampuan mereka mengontrol air liur memang belum sempurna.
Apalagi pada anak yang memang produksi air liurnya relatif banyak,
hingga dalam tenggang waktu sebentar saja air liurnya menetes tanpa
disadarinya. Kebiasaan ini masih dikategorikan wajar di usia batita
awal, atau sampai usia 1,5 tahunan. Setelah usia itu, orang tua
sudah harus aware karena biasanya batita di usia tersebut sudah bisa
diajak berkomunikasi dan melakukan imitasi atau peniruan pada orang
dewasa.
Melalui komunikasi orang tua bisa menginstruksikan anak,
misalnya, "Hayo, Adek ngeces lagi ya. Coba dilap dong." Pada fase
imitasi, orang tua dapat menyontohkan bagaimana menelan dan
menghapus air liurnya. Melalui latihan terus-menerus, diharapkan
anak bisa belajar bagaimana mengelola produksi air liurnya. Memang
sih proses ini butuh waktu alias tidak bisa bersifat instan. Setelah
berhasil pun, orang tua tetap harus memperhatikan dan
mengingatkannya. Semisal saat anak sedang asyik melakukan sesuatu,
tanpa disadari ia ngeces lagi, padahal sebelumnya kebiasaan ini
sudah ditinggalkannya.
Kalau hanya sesekali ngeces karena ada sesuatu yang mengasyikkannya
masih bisa dikategorikan wajar. Tapi bisa dibilang tidak wajar bila
sampai usia 3 tahunan anak belum lepas dari kebiasaan
ini. "Sebaiknya dicek ke dokter, siapa tahu memang ada kelainan."
5. NANGIS MINTA SESUATU
Menangis adalah suatu hal yang wajar. Namun menangis di usia batita
bisa dikategorikan tidak wajar bila masih digunakan sebagai cara
berkomunikasi.
Di usia 2 tahunan, anak seharusnya sudah bisa berkomunikasi dengan
orang lain. Saat haus, lapar, sakit, dan sebagainya, anak seharusnya
sudah bisa mengungkapkannya tanpa menangis. Jadi di usia tersebut
kalau tangis masih digunakan sebagai cara untuk menarik perhatian
sekelilingnya, itu dapat dikategorikan tidak wajar. Beberapa hal
berikut perlu dilakukan orang tua sehubungan dengan kebiasaan anak
ini:
* Tekankan pada anak untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya,
tapi tidak dengan tangis. Kalau haus, anak harus bilang haus untuk
minta minum, bukannya dengan menangis atau merengek.
* Orang tua harus tegas, tangisan hanya boleh digunakan untuk
mengungkapkan perasaan sedih, sakit, melepaskan emosi dan
sejenisnya. Namun tangis bukan cara berkomunikasi untuk mendapatkan
sesuatu seperti halnya yang dilakukan bayi.
* Konsistensi menjadi penting di sini. Sekali orang tua mengatakan
tidak, besok lagi untuk tangisan yang sama orang tua harus tetap
mengatakan tidak yang tentu saja harus disertai penjelasan. Sekali
saja orang tua tidak konsisten, anak akan belajar memanfaatkan
kesempatan dan mencari-cari celah.
* Reward dan punishment juga bisa digunakan dalam kasus ini. Bila
anak sudah bisa minta sesuatu tanpa menangis, orang tua bisa
melontarkan pujian. Sedangkan bila anak kembali menangis untuk minta
sesuatu, anak bisa "dihukum" sesuai kesepakatan yang dibuat bersama.
6. KELEKATAN YANG BERLEBIHAN
Kelekatan bayi dengan orang tuanya, terutama ibu adalah suatu hal
yang wajar. Di usia ini anak belum bisa menerima keberadaan orang
lain karena tidak aman (insecure) bila tidak bersama orang tua, atau
significant other seperti pengasuh, kakek-nenek, om-tante yang
sering dilihatnya.
Menurut teori Erik Erikson, pada masa ini sedang terbentuk trust and
distrust terhadap lingkungan. Namun bila kelekatan ini terus dibawa
sampai batita, menjadi tidak wajar lagi. Saat anak sudah bisa
berkomunikasi dengan orang lain, maka pada saat itu pula anak
mestinya sudah belajar bahwa lingkungannya itu tidak hanya orang
tua, pengasuh dan kakek/neneknya, melainkan ada juga orang lain di
luar mereka.
Anak yang mempunyai kelekatan berlebihan dengan orang tuanya,
akan "takut" berhadapan dengan orang lain. Padahal ini seharusnya
tidak terjadi. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua
untuk menyiasatinya:
* Mulai kenalkan anak pada lingkungan yang lebih luas, bahwa dunia
ini tidak hanya berisi orang tua dan significant other lainnya.
* Ajak anak bermain tanpa perlu ada attachment langsung.
* Ajarkan anak untuk memberikan salam pada orang-orang yang
ditemuinya. Dengan begitu anak bisa melihat bahwa orang lain pun
tidak "berbahaya" baginya.
* Minta anak menjawab pertanyaan orang lain yang diajukan padanya
agar akan tumbuh perasaan trust.
* Bisa juga sesekali anak ditinggal untuk waktu yang agak lama.
Dengan begitu anak akan belajar, kalaupun ditinggal orang tuanya,
pasti nanti akan kembali lagi.
Bila dibiarkan saja, kelekatan yang berlebihan akan merusak
kemampuan sosialisasi anak. Anak jadi tidak berani bergaul dengan
lingkungan yang lebih luas dan ke depannya kehidupan sosialnya pun
akan terganggu.
TIPS UNTUK ORANG TUA
Beberapa hal berikut disarankan Sani sehubungan dengan kebiasaan
bayi yang masih terbawa sampai batita.
* Begitu orang tua tahu batasan usia dimana anak harusnya sudah
mulai belajar hal-hal tertentu, harusnya orang tua mulai aware.
Makin dini usia anak saat diajarkan, makin kecil kemungkinan
kebiasaan tersebut terbawa sampai batita.
* Konsistensi adalah kunci dalam mengajarkan segala sesuatu pada
anak. Sekali orang tua mengambil sikap A, seharusnya sikap itu
dipertahankan saat menghadapi keadaan yang sama.
* Beri penguatan kala anak berhasil melakukan perilaku yang
diajarkan. Bila perlu beri reward atau pujian, sehingga anak merasa
yakin bahwa perbuatannya benar.
* Jangan bosan memberi penjelasan mengapa ia harus melakukan ini dan
itu. Jangan hanya sekali memberitahu, setelahnya hanya
mengatakan, "Kemarin Mama sudah bilang. Adek kok enggak ngerti
juga?" Ingat kemampuan anak usia ini mengingat sesuatu masih
terbatas.
* Orang tua harus yakin dengan dirinya sendiri bahwa apa yang
diajarkannya pada anak akan mendatangkan manfaat. Ingat, orang tua
adalah fasilitator yang membentuk tingkah laku anak.
Nonton TV Bisa Hambat Pertumbuhan Otak Anak
Sejumlah penelitian menyebutkan terlalu banyak menonton televisi bisa menghambat pertumbuhan otak anak. Penelitian terkini di Amerika Serikat bahkan menyebutkan anak umur nol sampai dua tahun sebaiknya tidak dibiarkan menonton televisi sama sekali.
"Karena televisi, meskipun 'edutainment' sekalipun hanya memberikan rangsangan yang bersifat satu arah saja sehingga anak tidak bisa tercipta reaksi timbal balik," kata seorang psikolog anak, Dra. Mayke Tedjasaputra pada Diskusi Interaktif tentang perkembangan kecerdasan anak di Jakarta, Sabtu (9/10).
Selain itu menurut dia, tayangan televisi juga hampir selalu menampilkan efek sinar, gerak dan suara secara bersamaan.
"Hal itu tidak bisa selalu dilihat oleh anak dalam dunia nyata sehingga mempersulit penyesuaian dirinya terhadap lingkungan," kata staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu.
Tampilan adegan yang tidak disajikan secara utuh dalam tayangan televisi menurut dia juga menyebabkan anak tidak bisa memperoleh gambaran yang utuh tentang suatu kegiatan atau benda. "Sehingga anak tidak memahami suatu hal secara menyeluruh," katanya.
Akibat lainnya menurut Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr.Hartono Goenardi, Sp.A pertumbuhan sel-sel syaraf otak pada anak tidak bisa optimal, demikian juga dengan tingkat pembentukan hubungan antar sel syarafnya (synaps).
"Padahal dua sampai tiga tahun pertama merupakan periode emas pertumbuhan otak anak yang seharusnya tidak boleh disia-siakan," katanya.
Saat itu sel syaraf otak tumbuh dengan cepat bahkan volumenya meningkat dari 400 gram ketika lahir menjadi 1.100 gram pada umur tiga tahun.
Karena itu menurut dr.Hartono anak harus secara aktif mendapatkan stimulasi atau rangsangan dengan memberikan nutrisi yang cukup dan suasana yang menyenangkan, di antaranya dengan permainan.
Permainan yang baik akan merangsang kerja syaraf motorik dan sensorik anak sehingga akan meningkatkan kemampuan fisik, kemampuan berbahasa dan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Tiga kegiatan bermain yang terpenting menurut Mayke adalah bermain dengan gerakan (sensori motor), bermain dengan khayalan (simbolik) dan bermain menyusun benda-benda (konstruktif).
"Jika ketiga jenis permainan ini dilakukan secara seimbang maka hasilnya akan efektif," katanya. Dia juga mengatakan tempat, waktu dan adanya teman bermain bagi anak sangat penting bagi perkembangan anak. "Karena dengan seorang teman anak juga bisa belajar untuk berinteraksi dengan orang lain," katanya.(ant) (am)
KETAHUI 10 DO'S AND DONT'S PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK
Luka Bakar
Do's : Lepaskan pakaian anak secara perlahan dan 'kipas-kipas' agar panasnya
berkurang. Kemudian segera bawa ke rumah sakit terdekat.
Dont's : Sebaiknya hindari pemberian kecap, mentega atau pasta gigi pada
bagian yang terluka karena bisa menjadi tempat berkumpul kuman dan infeksi.
Jangan mandikan anak dengan air karena dapat menyebabkan hipotermi
(menurunkan suhu tubuh) dan bisa memecahkan lepuhan luka.
Luka Berdarah
Do's : Tekan luka dengan kapas yang dilapisi kasa steril, sampai darah
berhenti. Kemudian balut dengan kasa bersih yang telah diberi obat merah.
Ikat dengan kuat, tapi tidak terlalu kencang. Kalau terlalu dalam, bawa ke
dokter, karena mungkin harus dijahit dan diberi antibiotik agar tidak
infeksi.
Don't's : Hindari penggunaan sapu tangan yang 'diragukan' kebersihannya,
karena bisa membuat luka infeksi. Jangan menutup terlalu rapat luka
tersebut, karena bisa 'membuat' kuman lebih gampang berkembang.
Mimisan
Do's : Tenangkan anak agar ia tidak merasa panik dan segera tidurkan anak
dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki. Ini dilakukan agar darah tidak
kembali keluar dari hidung. Pengobatan alternatif lainnya adalah menciumkan
irisan daun sirih ke hidung anak.
Dont's : Cegah anak dari memegang dan memencet hidungnya, karena bisa
mempercepat pendarahan.
Shock
Do's : Baringkan anak di permukaan datar dan angkat kedua kaki agar letaknya
lebih tinggi dari jantung. Ini dilakukan agar darahnya kembali mengalir
normal. Lepaskan pakaian yang terlalu ketat dan mengikat. Terus cek
pernapasan, selama anda menunggu dokter datang ke rumah.
Dont's : Jangan peluk si kecil dengan alasan memberikan ketenangan padanya.
Ini justru membuat ia tidak lega bernapas. Jangan biarkan orang mengerumuni
si kecil, karena dia membutuhkan kadar oksigen yang lebih besar.
Pingsan
Do's : Longgarkan pakaian anak dan perhatikan 4 hal berikut ini,
- Jika tidak bereaksi, miringkan kepala anak dan periksa pernapasannya
- Jika bernapas, kepalanya tetap dimiringkan, tetapi periksa kemungkinan
cedera kepala dan leher
- Jika bernapas tapi mendengkur, periksa pernapasan dengan jari perlahan,
mungkin ada yang menyumbat
- Jika tidak bernapas, lakukan pernapasan dari mulut ke mulut (lihat kolom
keterangan)
Dont's : Jangan menunggu waktu lama untuk membawa anak ke dokter. Selama
itu, jangan beri makanan atau minum apapun.
Keracunan
Do's : Usahakan agar anak memuntahkan zat yang mengandung racun (kecuali zat
korosif), tapi jangan paksa tenggorokannya. Coba dengan memberikannya
segelas air garam. Kalau ia memakan zat korosif, beri anak minum susu dingin
dan segera bawa ke rumah sakit.
Dont's : Jangan beri makan apa pun jika anak mengalami kejang atau
mengeluarkan buih ketika keracunan.
Tercekik
Do's : Segera lepaskan benda yang mencekik leher anak. Jika leher terikat,
lepaskan dengan gunting, tapi tetap sanggah tubuhnya sementara Anda
melepaskan ikatan.
Dont's : Jangan menunggu terlalu lama melepaskan ikatan, karena kecelakaan
tercekik sangat cepat dapat menghambat jalan napas.
Tersedak
Do's : Baringkan anak dalam posisi telungkup,tepuk-tepuk punggungnya
beberapa kali. Segera balikkan tubuhnya sehingga terlentang kembali di atas
pangkuan Anda. Aturlah agar posisi kepalanya lebih rendah dari tubuhnya.
Kalau memungkinkan keluarkan benda asing tersebut, tapi jika tidak segera
bawalah anak ke rumah sakit.
Dont's : Jangan sekali-kali memasukkan tangan ke dalam mulutnya, dengan
maksud mengeluarkan benda asing tersebut. Yang ada nantinya akan menyebabkan
benda asing tersebut, makin terdorong masuk ke dalam.
Tersengat Listrik
Do's : Putuskan aliran listrik yang mengenai tubuh si kecil dengan bahan
isolator, seperti handuk kering dan pakai alas kaki yang kering. Segera
periksa jalan pernapasannya, jika berhenti, lakukanlah pernapasan buatan
dari mulut ke mulut (lihat kolom keterangan-red)
Dont's : Jangan sepelekan luka bakar yang terjadi, sekecil apapun segera
obati dengan obat luka. Ditakutkan luka tersebut bisa berkembang menjadi
infeksi
Gigitan Binatang
Do's : Hibur anak agar ia tidak panik dan tidak menimbulkan trauma
berkepanjangan. Cuci lukanya dengan sabun untuk menghilangkan darah. Jangan
lupa oleskan krim antibiotik dan tutup dengan kasa steril. Tapi kalau luka
membengkak, segera bawa si kecil ke dokter.
Dont's : Jangan biarkan anak menggaruk-garuk luka akibat gigitan binatang
ini. Tindakan ini bisa membuat luka pada gigitan semakin besar. Kalau anak
merasa alergi pada bekas gigitan, coba beri krim yang mengandung halamin.
Proses Pernapasan Buatan :
1. Baringkan anak dengan kepala ditarik perlahan ke belakang, agar jalan
napas terbuka. Longgarkan seluruh pakaian yang mengikat
2. Buka mulut anak dengan menekan rahangnya perlahan dengan satu tangan,
jaga tangan jangan sampai menekan leher. Kemudian pencet hidungnya
3. Tempelkan mulut anda ke mulut anak sama seluruh mulut menutup bibir anak
4. Hembuskan napas kuat-kuat ke dalam mulutnya,sampai terlihat gerakan naik
turun pada dada. Kalau ini terjadi, Anda telah melakukannya dengan benar.
Tempat Penitipan Anak
- TPA Departemen Keuangan
Namanya : TPA Artha Wildan
No telp : 3449230 Ext. 3410
Untuk karyawan Departemen Keuangan Rp 200.000, Non karyawan Rp 300.000
TPA buka jam 8.00 (kadang kurang) and biasanya jam 16.00 anak2 udah pada
dijemput.
- Keenkids day center, Park Royale apartments, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Ph.571-7502
Biaya :Rp 1.100.000 untuk bayi berumur 3 - 18 bulan
Rp 1.350.000 untuk anak berumur 18 bulan - 5 tahung
Waktu: 7.45 - 18.30
Fasilitas: 3 x makan, kunjungan dokter sekali dalam 2 minggu, kunjungan dokter gigi sekali dalam 6 bulan.
- Mitra day care center, Gedung Bulog, Kuningan, Jakarta Selatan,
Ph.520-4277
Biaya: Rp 20.000/hari atau Rp 400.000/bln
Waktu: 7.30 - 16.30am
Fasilitas: 1 x makan, 1 x makan kecil
- Sylva day care center, Manggala Wanabhakti, Jl. Gatot Subroto,
Jakarta Pusat
Ph.572-0188
Biaya: Rp 25.000/hari
Waktu: 08.00 - 16.00
Fasilitas: 1 x makan, 2 x makan kecil, kunjungan dokter sekali dalam seminggu
- TPA ANANDA
Jl. Margaguna No. 1
Radio Dalam
Jakarta Selatan
Phone : 7504759, 7503249
- TUTOR TIME
Jl. Kemang Utara No. 6
Jakarta Selatan
Phone : 7993139, 7182087
- SASANA BINA BALITA MELATI
Jl. Cinere Raya Blok D1 No. 13-15
Cinere - Jakarta Selatan
Phone : 7547456
- SASANA BINA BALITA MITRA
Jl. Kuningan Timur Blok M/2
Jakarta Selatan
Phone : 5204277
- SASANA BINA BALITA MEKAR
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 345
Kuningan - Jakarta Selatan
Phone : 5204366-72 / 7992844 Ext: 104
- TPA SASANA BINA BALITA ANAK
Jl. Sultan Agung No. 66
Jakarta Selatan
Phone : 8303954
- TPA AL IKHSAN
Jl. Raya Ragunan
Pasar Minggu
Jakarta Selatan
- KEENKIDS DAYCARE
Jl. gandaria selatan 1
Jakarta Selatan
Phone : 021-7237878
- TPA KANIA NANDA
Dept Pertanian,
Jl Harsono RM no. 3
Jakarta Selatan
Phone : 7806131-34 psw 3106
JAKARTA TIMUR
- TPA SEJAHTERA
Kompleks PRW Mulya Jaya
Pasar Rebo - Jakarta Timur
Phone : 8400631
- TPA TAMAN MINI
Jl. Laksamana 31-32
Komp. Perumahan TMII
Jakarta Timur
Phone : 8409269
- TPA TAT TWAM ASI
Jl. Kecubung V/3
Duren Sawit
Jakarta Timur 13440
Phone : 8626358
JAKARTA BARAT
- TPA PERMATA BUNDA
Jl. Gelong Baru Utara No. 5
Jakarta Barat
Phone : 5650900
BOTABEK
- TPA CARITAS
Wisma jaya
Jl. Kusuma Utara
Duren Jaya
Kec. Bekasi Timur
- TPA TERATAI
Jl. H. Moeljadi Djojomartono
Bekasi
Kotak Pos 105
Phone : 8800547
- WISMA BALITA (TPA, PG, TK)
Jl. Cempaka III/16 Bintaro Jaya
Phone : 7363971 - 73885558
Fax : 7359422
- TPA PESTALOZZI
Komp Bukit Permai
Jl Bromo/Taroman Blok R/6
Cibubur
T: 8716894 8704964 F: 8704964
- TPA di Surabaya,
TPA Lasiyam Yayasan Al Muslim
Jl. Residen Sudirman no 31 Sby
Telp. 031 - 5030955
Tentang Radang Tenggorokan
Pernah pusing kepala karena anak kita demam, lesu, tidak mau makan, dan mengeluh sakit waktu menelan? Apalagi gejalanya ditambah dengan rewel, hidung mampet atau justru tidak berhenti meler, dan nyeri di telinganya! Rasanya ingin ada obat ajaib yang bisa membuat anak sembuh dalam sekejap. Simsalabim! Wah tunggu dulu...
Mungkin hampir seluruh orang tua pernah pergi ke dokter dan anaknya didiagnosis radang tenggorokan dengan gejala tersebut diatas. Mungkin kemudian kita pulang dengan sederet obat atau. mungkin juga tidak. ]adi sebenarnya, apa sin yang periu kita waspadai tentang radang tenggorokan yang terkenal ini?
Sekelumit Fakta Tentangnya...
Anak bisa sangat sering terserang infeksi saluran napas atas, termasuk radang tenggorokan dan ternyata sekitar 90% dari kasus radang tenggorokan yang disertai hidung berair, demam, dan nyeri telinga disebabkan oleh virus! Bakteri menjadi penyebab dari 10% kasus sisanya. Karena hampir seluruh kasus disebabkan oleh virus, maka antibiotik biasanya tidak diperlukan. Infeksi oleh virus (misalnya: batuk-pilek, radang tenggorokan) sama sekali tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya, tubuh akan melawan dengan sistem kekebalan tubuh. Penggunaan antibiotik yang berlebihan justru akan merugikan karena akan membuat anak menjadi resisten dan antibiotik menjadi tidak mempan untuk melawan infeksi saat dibutuhkan. Jadi, mari kita simpan antibiotik ini untuk "perang" yang lebih hebat bila diperlukan. Save the best for last, istilahnya.
Pada 10% kasus sisanya bakteri penyebab radang tenggorokan tersering adalah Streptokokus. Gejala infeksi bakteri ini adalah tenggorokan yang berwarna merah daging dan tonsil yang mengeluarkan cairan. Untuk mendiagnosis bakteri ini sebagai penyebab secara past! adalah dengan melakukan usap tenggorok untuk kemudian dikultur serta dilakukan pemeriksaan darah. Hanya untuk kasus yang disebabkan bakteri saja antibiotik diperlukan
Bila anak menjadi gelisah, rewel, sulit tidur, lemah, atau lesu karena gejala radang tenggorokan ini, kita dapat membantu meredakan gejalanya. Tidak harus selalu dengan obat, mungkin dengan tindakan yang mudah dan sederhana bisa membantu menenangkan anak:
Nyeri menelan: banyak minum air hangat, obat kumur, lozenges, parasetamol untuk meredakan nyeri.
Demam : banyak minum, parasetamol, kompres hangat atau seka tubuh dengan air hangat.
Hidung tersumbat dan berair (meler): banyak minum hangat, anak diuap dengan baskom air hangat, tetes hidung NaCI.
]angan terlalu cemas bila anak tidak langsung sembuh dalam 1 atau 2 hari, karena dalam beberapa kasus, radang tenggorokan karena virus baru sembuh setelah 2 minggu. Yang diperlukan adalah kesabaran dan pengawasan orang tua terhadap gejala anak. Bawalah anak ke dokter bila gejala terlihat makin berat; anak tampak sulit bernapas, kebiruan pada bibir dan/atau kuku, anak tampak gelisah atau justru sangat mengantuk, atau anak batuk/demam berkepanjangan.
Selamat menjadi Smart Parent!
Sumber:
1.Bernan S, Johnson C, Chan K, Kelley P. Ear, Nose, and Throat, in Current Pediatric and Treatment. 15th ed. Hay WW, Hayward AR, Levin M], Sondheimer JM (ed). New York: Lange Medical Books/McGraw-Hill, 2001. p 419-20.
2.Using Antibiotic Sensibly.
3.Antibiotic: When They Can and Can't Help. American Family Physician, http://www.familydoctor.org.
4.Sore Throat And Fever: Average Number in Children? http://www.mayoclinic.coni/invoke.cfm7id = HQ00291
pesat3 : Masalah-Masalah Kesehatan Unnnn Pada Anak oleh dr Pumamawati S Pujiarto pAK.MMPed
Resep Menarik untuk Bekal Anak ke Sekolah
PIZZA MINI
malam:
roti tawar, buang kulitnya
olesi/tabur dengan (berturut2)
minyak sayur
garam
saus tomat
oregano (bila suka)
lalu isinya:
sosis iris tipis
variasi: ayam bakar iris tipis, jagung manis
pelengkap, atur diatasnya
bawang bombay
paprika
keju parut (recomended: mozzarella, kalau tidak keju cheddar biasa juga enak)
pagi:
masukkan oven masak hingga keju leleh/kecoklatan
NASI GORENG BUNCIS
malam
untuk 2 porsi kanak2
6 bwg putih iris halus
1/4 bawang bombay ukuran sedang iris kotak2 kecil
3-4 buah buncis iris kecil2
1 bh wortel kecil iris kotak2
2 sdm saus tiram
1 sdm kecap ikan
1 sdm kecap asin
garam merica secukupnya
minyak goreng
sedikit margarin
panaskan minyak dengan sedikit margarin lalu tumis bawang2, lalu masukkan sayur2
setelah setengah layu masukkan saus tiram
aduk hingga rata
masukkan nasi
aduk2 lagi
bumbui dengan kecap2, garam & merica
pagi
panaskan nasi goreng dalam magic jar (sudah di dalam tempat makan yang akan
dibawa ke sekolah)
siapkan pelengkapnya: potongan nugget / sosis goreng / baso dan bisa jg
ditambahkan kerupuk udang kecil
TAHU KORNET
malam
hancurkan tahu dan campur dengan kornet
bumbui garam lada gula dan sedikit saus inggris
aduk didalamnya putih telur hinga padat
bentuk bulat2 dan kukus sampai matang
simpan di lemari es, bisa tahan beberapa hari
pagi
lapisi tahu kornet kukus dengan telur kocok
goreng hingga matang
ROTI GORENG
malam
siapkan roti tawar: buang kulitnya & potong empat
parut keju cheddar
pagi
kocok telur bumbui garam lada & sedikit kaldu bubuk (jika suka)
masukkan parutan keju dalam kocokan telur
celup roti dalam kocokan telur dan goreng dengan mentega
MACARONI GORENG
(nah kalo yg ini asli loh hasil karya ku si Ari Bundanya Fathiya...hehehe..)
Bahan :
- Makaroni (kalo bisa bentuknya yg lucu2 supaya menarik; ada yg spiral, kerang,
pipa, yg panjang dll deh..)
- Bawang Bombay iris halus
- Blue Band
- Keju parut
- Sayuran Beku
- Daging giling/ayam giling/kornet
- Orak-arik telur ( telur di orak-arik aja pake blue band )
Cara membuat :
- Rebus Makaroni, setelah 1/2 matang masukkan sayuran beku, setelah matang
angkat, tiriskan.
- Tumis bawang bombay dg BLue Band, masukkan daging giling.
- Masukkan makaroni + sayuran beku + orak arik telur, aduk2 sampai matang.
- Taburi keju parut...ehhmm...nyam..nyam...
* Kalo anaknya udah rada gedean (TK or SD), bisa ditambahin saos tomat & sambal,
biar 'seger' ...slurrrppppp...
** Tambahin saos tomat & sambel nya pas lagi numis bawang bombay, biar tambah
harummm...
Bahaya Kepala Bayi Terbentur
Biasanya segala bayangan seram tentang dampak cacat akan segera menghantui. Hal itu sebetulnya tak perlu terjadi kalau kita bisa mengenali gejala gawat tidaknya cedera yang diakibatkan. Nah, apa saja yang harus dicermati, dr. Irawan Mangunatmadja, SpA dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta akan menjelaskannya berikut ini. Diharapkan, dengan langkah pencegahan yang disarankan, peristiwa bayi jatuh tak sampai terjadi.
PENGARUH POSISI BENTURAN KEPALA BAYI
Selain dari ada tidaknya benjolan, posisi benturan di kepala juga menentukan ringan dan beratnya cedera. Inilah keterangannya:
- Benturan di bagian samping kepala, apakah kanan atau kiri, bisa berdampak sangat serius. Di bagian yang disebut daerah epidural ini terdapat pembuluh darah arteri yang menempel di tulang kepala. Kalau sampai terjadi retak/fraktur di daerah tersebut, maka pembuluh darah itu ikut robek. Akibatnya, terjadi perdarahan epidural yang biasanya sulit dihentikan karena robekan terjadi di pembuluh darah besar.
- Benturan yang cukup kuat di daerah temporal atau di samping dekat telinga, bisa menimbulkan gejala epilepsi/ayan.
- Benturan di bagian belakang kepala perlu diwaspadai. Di daerah ini tersimpan fungsi-fungsi vital otak, seperti pusat penglihatan. Perhatikan apakah terjadi perubahan pada fungsi mata bayi. Seharusnya, saat melihat suatu objek, bola mata bayi terlihat fokus. Jika terjadi gangguan, bisa secara tiba-tiba bola matanya bergerak ke mana-mana atau arahnya tidak fokus. Tanda lainnya, ia tidak lagi tertawa atau tersenyum ketika melihat orang-orang dekatnya. Ini berarti pusat penglihatannya terganggu atau bahkan dia tidak bisa melihat.
- Benturan di bagian belakang kepala agak ke sebelah bawah dapat menyebabkan cedera pada otak kecil yang merupakan pusat keseimbangan. Akibatnya timbul gangguan gerak yang meliputi kemampuan motorik kasar dan halus. Misalnya saja, tangan bayi gemetaran saat memegang sesuatu.
- Benturan keras di kepala bagian bawah sekali atau tengkuk akan menyebabkan kesadaran bayi menurun. Di daerah ini terdapat batang otak yang kalau cedera dapat memicu gangguan pernapasan dan bahkan kematian.
Jika sampai terjadi retakan tulang di bagian itu, maka patahan tulangnya dapat menembus jaringan otak dan melukai susunan saraf pusat. Cedera seperti ini termasuk kategori berat.
Selain itu, bisa timbul perdarahan dari hidung atau keluar cairan dari telinga. Mengatasinya harus dengan tindakan operasi. Jika tidak, perdarahan akan terus menekan jaringan otak yang pada tahap ekstrem bisa mengakibatkan kecacatan dan kematian.
Perhatikan Benjolan
Setelah terbentur, perhatikan apakah ada benjolan atau tidak. Raba kepala bayi untuk memastikannya. Kalau ada, berarti jatuhnya cukup keras. Benjolan yang muncul biasanya berwarna kebiruan. Itu mengindikasikan adanya perdarahan di bawah kulit. Untuk mengatasinya, berikan kompres air dingin agar perdarahannya terhenti. Selama kesadaran bayi masih bagus, tak ada gangguan saraf seperti bola mata jadi miring, tidak muntah, tidak tidur terus, dan tidak ada kejang, maka cederanya bisa dianggap ringan.
Perlu diketahui, walaupun benturannya keras, benjolan belum tentu muncul saat itu juga. Bisa saja baru keesokan harinya, karena perdarahan yang terjadi mungkin sedikit jumlahnya, atau benjolan itu tak begitu terasa dan terlihat karena tertutup rambut. Jadi kalau setelah jatuh tak segera muncul benjolan, belum tentu benturannya ringan. Benjolan dapat muncul kapan saja dalam 48 jam pertama.
Bila cederanya ringan, benjolan makin lama akan mengecil dengan sendirinya, sebab setiap perdarahan akan diserap oleh tubuh. Kalau benjolannya makin lama makin besar maka orang tua perlu mencurigainya. Bisa saja perdarahan itu tak diserap tubuh tapi malah membentuk semacam selaput di otak. Lama kelamaan selaput ini dapat menekan jaringan otak dan menghambat perkembangannya. Perlu dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan bekuan darah dan selaput tersebut.
Ada atau tidak ada benjolan, bayi yang jatuh harus terus diamati selama 2x24 jam dan diobservasi setiap 2 jam untuk menentukan berat ringannya cedera akibat jatuh. Bila dalam kurun waktu itu suhu badannya meningkat, muntah, atau bahkan kejang, bawalah segera ke dokter. Ini berarti ada luka dalam yang lebih serius.
Gejala Gawat
Bila terjatuh, sewajarnya bayi menangis kesakitan dan rewel. Namun, ada juga yang diam saja, karena mungkin saat itu terjadi penurunan kesadaran akibat perdarahan di otak. Selain itu ada yang muntah atau naik suhu badannya. Ini berarti otak si bayi mengalami guncangan yang merangsang pusat muntah dan panas pada batang otak.
Hati-hati jika muntah atau panas baru terjadi keesokan atau beberapa hari selanjutnya. Ini menunjukkan proses keterguncangan otak cukup kuat atau terjadi perdarahan di dalam otak. Jadi bisa saja gejala gawat itu muncul secara lambat. Misalnya, pada kasus retak kepala. Awalnya mungkin tidak terjadi benjolan dan kondisi anak baik-baik saja. Baru di hari kedua anak kejang-kejang yang perlu dicurigai sebagai adanya perdarahan di otak.
Waspadai juga kalau setelah terjatuh bayi semakin lemas dan semakin menurun kesadarannya. Itulah gejala gegar otak yang disebabkan perdarahan atau pembengkakan sel saraf otak. Perdarahannya sendiri bisa terjadi di bawah kulit kepala, di selaput otak, atau di dalam otak. Bila terjadi di dalam otak, perlu tidaknya operasi akan tergantung pada jumlah perdarahannya.
Bila setelah jatuh bayi langsung tak sadarkan diri dalam waktu lama (sekitar 5-10 menit), kepalanya memar, kejang-kejang, dan muntah-muntah, berarti perdarahan itu tidak hanya terjadi di daerah kulit, tapi juga di dalam otak di bawah tulang tengkoraknya. Waspadai bila gejala ini muncul, dan orang tua harus segera membawa si bayi ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Menghindari Jatuh
Lakukan pengamanan semaksimal mungkin di mana pun bayi berada; di tempat bermain dan terutama di tempat tidur. Boks bayi yang berpagar dan bisa dikunci biasanya sudah cukup aman.
Bila bayi tidur di tempat tidur biasa, sediakan kasur tambahan di lantai untuk berjaga-jaga. Usahakan tempat tidurnya dibuat rendah, sehingga bila bayi terjatuh, benturannya tidak keras atau tidak menyebabkan cedera.
Mintalah pada pengasuh atau keluarga lain yang kerap menggendongnya untuk bersikap hati-hati dan segera memberitahu bila bayi terjatuh tanpa harus takut dimarahi.
Perlukah Scanning?
Walaupun bayi tampak normal, observasi harus terus-menerus dilakukan selama dua hari tanpa perlu men-scanning kepala bayi lebih dulu. Jika makin lama benjolnya mengecil berarti sudah ada perbaikan. Namun kalau benjolnya menetap, bahkan membesar, orang tua perlu membawanya ke dokter yang biasanya menganjurkan pemeriksaan dengan CT Scan.
Jadi, perlu tidaknya scanning ditentukan oleh gejala klinis yang muncul setelah benturan. Tak mesti hari itu juga bayi di-scanning, kecuali terjadi perdarahan yang cukup berarti, atau kepalanya tampak retak semacam ada tulang yang melesak ke dalam.
Akibat Benturan Kepala
Bila dalam 2x24 jam setelah terjatuh, bayi baik-baik saja, kesadarannya masih bagus, tak mengalami gangguan saraf, tidak muntah, dan tidak kejang, maka benturannya bisa dianggap ringan dan tak berakibat apa-apa. Lain hal bila benturan berlangsung keras, ditandai dengan adanya memar, benjolan, muntah, kejang, lemas, dan pingsan dalam kurun waktu 2x24 jam, maka bukan tak mungkin cedera otak itu akan mengganggu perkembangan bayi untuk selanjutnya, termasuk risiko mengalami kelumpuhan. Namun, kejadian ini jarang terjadi kecuali telah terjadi perdarahan berat.
Bagian Tubuh Yang Sering Terbentur
Celakanya, bagian tubuh yang paling sering terkena benturan lebih dulu adalah kepala. Padahal, kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital karena di dalamnya tersimpan susunan saraf pusat atau otak.
Kapan Bayi Biasa Terjatuh
Setelah berusia 6 bulanan, bayi mulai bisa berguling-guling. Sejak saat itulah bayi rawan jatuh. Biasanya jatuh dari tempat tidur ketika dia sedang tidak ditunggui, jatuh dari gendongan, jatuh saat diayun, atau jatuh saat menjelang usia berjalan.
Kerap di gendong, bikin anak manja
Kontak tubuh yang terjadi saat menggendong bayi dapat memberinya rasa aman dan nyaman. Agar tak berdampak negatif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Menggendong terutama dilakukan saat kita hendak menidurkan, menenangkan, atau menyusui bayi. Dalam gendongan yang merupakan kontak kulit dengan orang tua, bayi akan merasa aman, nyaman, dan merasakan sentuhan kasih sayang orang tua. "Memiliki rasa aman sangat berguna untuk perkembangan anak yang akan datang. Kelak dia akan tahan secara psikis terhadap stres-stres yang ada," kata dr. Asti Praborini, SpA, dari RS MH Thamrin Internasional, Salemba Jakarta yang juga salah seorang pengurus IDAI Jaya.
Memang, lanjut Rini, "secara psikis ada hubungan antara kedekatan bayi dengan orang yang sering menggendongnya. Antara lain, karena bayi dapat mengenali aroma tubuh orang yang kerap menggendongnya. Sebaliknya orang tua yang tidak pernah menggendong bayinya, tidak akan memiliki kedekatan dengannya."
PERHATIKAN POSISI
Dalam menggendong bayi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain posisi menggendong. "Bila bayinya masih kecil sekali, mungkin di bawah 4 bulan, tentunya si bayi digendong dengan posisi terbaring. Bayi baru lahir hingga usia 3 bulan belum mempunyai keseimbangan yang baik. Leher, punggung dan kaki belum bisa dengan baik menyangga tubuhnya, sehingga ketiga bagian ini harus mendapat topangan di saat kita menggendongnya.
"Sebaiknya, satu tangan dipakai untuk menahan bokong bayi dan tangan lainnya menyangga punggung, leher, dan kepala. Kalaupun menggendongnya dengan menggunakan jarit perlu sering-sering dilihat bayinya. "Dikhawatirkan, posisi bayi berubah tanpa ketahuan sehingga membahayakan," kata Rini.
Biasanya, setelah usia bayi 3 bulan, leher dan punggung bayi sudah kuat dan tegak, sehingga bayi siap digendong dengan posisi lain. "Orang tua bisa menggendongnya di samping, sambil kaki si kecil melingkari pinggul ibu/ayah. Biasanya cukup ditopang bagian pinggangnya, sebab kepala dan punggungnya sudah kuat," ujar Rini.
Menggendong anak di pinggang dengan kaki mengangkang tak berbahaya, kok. Juga tak ada hubungannya dengan kaki berbentuk X atau O. Kelainan bentuk kaki seperti itu sudah didapat sejak lahir, bukan karena salah menggendong. Hanya saja memang, kalau bayi memiliki kelainan tulang atau penyakit-penyakit tulang khusus, semisal kerapuhan tulang, menggendong seperti ini akan memperparah keadaannya. Begitu juga dengan cacat panggul bawaan."
MENGHINDARI "BAU TANGAN"
Yang jelas, digendong bisa jadi kebiasaan. Bukankah bayi merasa nyaman dan aman. Orang mengistilahkannya "bau tangan", jika tak digendong, ia akan rewel, tak bisa tidur atau gelisah. Masalah seperti ini, menurut Rini, umumnya terjadi pada bayi-bayi yang tinggal dengan keluarga besar seperti nenek, kakek, tante, om, dan sebagainya karena mereka sering ikut menggendongnya secara bergantian.
Lain hal kalau bayi tinggal hanya dengan keluarga inti atau ayah ibu yang keduanya bekerja. Biasanya, kepada pengasuh di rumah mereka mewanti-wanti agar jangan membiasakan bayinya digendong terlalu lama. "Jadi, apakah nantinya anak jadi manja, tak mandiri dan terbiasa digendong, sebetulnya berpulang pada pola asuh keluarga itu sendiri," simpul Rini.
Ia pun menyarankan, agar anak tetap merasa aman dan nyaman meski tanpa kebiasaan digendong, sebaiknya orang tua tidak melepaskan anaknya sama sekali. Menggendong tetap bisa dilakukan pada saat-saat tertentu seperti sedang rewel, menangis, mimpi buruk, atau sakit. Ini penting untuk membangun rasa amannya, jadi jangan tidak pernah digendong sama sekali. Sebaliknya, jangan juga terlalu memanjakan. Terutama kalau bayi sudah bisa merangkak, orang tua tak perlu sering menggendongnya.
Menggendong dihentikan bila usia bayi sudah di atas 8 bulanan atau sudah bisa berdiri dan belajar berjalan. Di usia ini pun berat badannya sudah mencapai 8 kg lebih sehingga gampang membuat kita lelah jika menggendongnya. Orang tua juga bisa meminta pengasuh di rumah untuk mengurangi ketergantungan anak dengan tidak menggendongnya ke mana-mana.
AKIBAT SELALU DIGENDONG
Lagipula, keseringan digendong bisa membuat bayi jadi malas bergerak. Malas menggerakkan kaki dan pinggulnya untuk berjalan, misalnya. Tentu ini akan menghambat pergerakan motorik anak.
Secara psikologis, kebiasaan digendong, terutama setelah bayi berumur di atas 8 bulan akan mendorongnya menjadi anak yang manja. Apa yang dia inginkan tinggal tunjuk dan orang yang menggendongnya akan mengambilkan. Bisa saja ia menjadikan tangisan sebagai senjata agar digendong. Tentunya yang paling banyak menggendong akan menerima akibatnya. Karena itu diperlukan sikap yang tegas.
Untuk mengatasi ketergantungan digendong, ketika anak sudah bisa merangkak taruhlah dia dalam boksnya. Kalau sudah besar coba dudukkan dengan nyaman. Alihkan pada hal lain agar tak selalu minta digendong, mungkin dengan mengajaknya bermain atau bercanda.
Kalaupun usianya sudah lebih besar, tak perlu digendong tapi bisa dengan cara lain seperti memberinya pelukan atau mendekapnya sambil duduk dan sebagainya. Meskipun kontak itu mungkin hanya dilakukan sebentar-sebentar tapi skin to skin contact akan sangat berharga buat anak.
Serba-Serbi Alat Gendong Bayi
Menurut Rini, alat gendong yang dikenal selama ini tidak membawa pengaruh berarti pada bayi. Orang tua tinggal memilih mana yang disukai, asalkan memperhatikan hal-hal di bawah ini.
* Alat gendong berfungsi mengurangi beban tangan sehingga memungkinkan kita melakukan pekerjaan lain.
* Alat gendong apa pun bebas digunakan asalkan kita berhati-hati. Jika tidak, bayi bisa tercengklak.
* Perhatikan faktor usia bayi dan juga perkembangannya. Jika bayi belum bisa duduk, jangan pilih gendongan ransel. Lalu ada jarit modern yang tak sepanjang kain, lebih simpel tak usah diikat karena sudah ada ring pengikatnya yang bisa mengatur panjang pendek kainnya. Umumnya para ibu muda sekarang menyukai model jarit ini karena tampak modis.
* Perhatikan ketelitian dalam menalikan atau mengaitkan gendongan agar bayi tak jatuh.
Mengayun Bayi
Umumnya, orang tua dulu mengayun bayinya dalam kain gendongan yang diikat di kerangka plafon atau tiang rumahnya. Kebiasaan ini dilakukan agar mereka bisa bekerja dengan tenang, dan tidak terganggu oleh kerewelan bayi. Mengayun seperti ini memberikan kenikmatan tersendiri bagi bayi sehingga ia dapat tidur nyenyak. "Hanya saja perlu hati-hati, agar ikatannya tidak lepas dan balok tempat bergantungnya aman dan kuat. Kalau perlu, taruh kasur di bawahnya. Kalau ayunan lepas, bayi tidak langsung jatuh ke lantai yang keras," kata Rini.
Selain itu perhatikan pula cara mengayunnya. Dorongan yang terlalu keras dan mengguncang-guncang bisa membahayakan bayi. Ada kemungkinan bayi terbentur, terjatuh atau risiko lainnya. Kalau bayi memiliki riwayat kelainan pembuluh darah atau pembekuan darah, maka mengayun seperti itu akan memperparah keadaannya. Bayi bisa dengan mudah mengalami perdarahan. Memang awam sendiri tak akan tahu apakah bayinya bermasalah atau tidak, karena kasus ini sangat jarang terjadi.
Manfaat Metode Kanguru
Rini menambahkan, untuk bayi-bayi kecil atau prematur yang lahir dengan berat badan di bawah 2 kg, dianjurkan untuk menggendongnya di dada, sehingga terjadi kontak kulit dengan kulit (skin to skin contact). Cara ini dinamakan dengan metode kanguru. Menggendong ala kanguru merupakan salah satu cara mencegah bayi yang baru lahir menderita kedinginan. Efektivitasnya juga jauh lebih baik daripada menghangatkan dengan menggunakan lampu. Bayi digendong sepanjang hari atau 24 jam secara bergantian sampai berat badannya mencapai sekitar 2500 gram, seperti halnya bayi yang lahir normal.
Di samping efek skin to skin contact, metode ini akan membuat bayi lebih tahan sakit daripada dengan digendong memakai jarit. Berat badannya pun akan cepat sekali naik. Menggendong cara ini pada bayi normal yang sakit juga akan membuatnya tenang dan lebih mudah cepat tidur. Cara ini juga efektif menghangatkan bayi yang tinggal di daerah dingin atau pegunungan. Hanya menggendongnya tidak secara terus menerus sepanjang hari, tapi hanya beberapa jam saja.
Antara Barat dan Timur
Kebiasaan menggendong bayi sangat lekat dengan keseharian kita karena sudah menjadi bagian dari kebudayaan. "Ibu-ibu dari suku Dani dan Ekari di Papua, misalnya, mereka ke mana-mana menggendong bayinya dengan menggunakan semacam tas jala besar dari bahan akar yang menggantung di punggung. Juga, kebanyakan orang tua dari suku Jawa menggendong bayinya dengan menggunakan jarit (kain panjang)," kata Rini.
Memang, diakuinya kebiasaan menggendong seperti di sini kurang banyak ditemukan negara-negara Barat. Mungkin karena mereka cenderung mendidik anaknya jadi mandiri sejak dini. Apalagi mereka juga beranggapan, mana mungkin mengerjakan pekerjaan lain jika harus menggendong anak, ditambah jarang sekali digunakan jasa baby sitter karena mahal.
Sebaliknya di sini, menggendong bayi dengan tas atau jarit dilakukan oleh ibu yang harus menjaga anaknya sambil melakukan pekerjaan lain. Kalau anaknya ingin menyusu, ibu bisa langsung memberikannya. Jadi, alasannya adalah justru kepraktisan.
Flu Burung dan Pencegahaannya
Tjandra Yoga Aditama, Bagian Pulmonologi &
Kedokteran Respirasi FKUI dan RS Persahabatan, Jakarta
Masyarakat kini ramai membicarakan flu burung yang telah nyata-nyata menyerang manusia di negeri kita.
Masyarakat tampaknya khawatir apakah penyakit ini dapat merebak luas pada manusia lainnya?
Berikut akan disampaikan gambaran terjadinya flu burung pada manusia: gejala, cara diagnosisnya,penanganan, dan pencegahannya.
GEJALA
Gejala flu burung pada dasarnya sama dengan flu biasa. Laporan dari kasus yang terjadi tahun 1999 menunjukkan adanya variasi gejala berupa:
- Demam sekitar 39 derajat Celsius
- Batuk
- Lemas
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Tidak nafsu makan
- Muntah
- Nyeri perut
- Nyeri sendi
- Diare
- Infeksi selaput mata (conjunctivitis)
Dalam keadaan memburuk, terjadi severe respiratory distress, yakni sesak napas hebat, kadar oksigen rendah sementara kadar karbondioksida meningkat. Ini
terjadi karena infeksi flu menyebar ke paru-paru dan menimbulkan radang paru-paru (pneumonia)
Pengalaman tahun 1997 di Hongkong juga menunjukkan gejala: demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, muntah, dan keluhan pusing.
Namun, data dari Vietnam di tahun 2004 menunjukkan gejala berbeda. Pasien tidak mengeluh sakit tenggorokan atau pilek. Juga tak ada keluhan radang selaput mata. Separuh pasien malah menderita diare dengan tinja yang cair.
FAKTOR RISIKO
Setelah mengenali gejalanya, biasanya akan dicari informasi mendalam tentang faktor risiko yang ada:
Apakah yang bersangkutan bekerja di peternakan atau habis berkunjung ke pasar ayam dan lain-lain. Juga akan ditanya penyakit-penyakit lain yang mungkin akan memperburuk keadaan, seperti penyakit paru atau jantung, adanya riwayat alergi, dan sebagainya.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik untuk melihat langsung keadaan pasien, dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium dan juga rontgen dada untuk melihat ada tidaknya gambaran pneumonia.
PENULARAN
Penularan dari unggas ke manusia terjadi lewat kontak air liur dan kotoran unggas. Kontak itu terjadi lewat sentuhan langsung atau juga melalui kendaraan yang mengangkut hewan-hewan itu. Juga termasuk kandang, alat-alat peternakan, pakan ternak, pakaian, sepatu para peternak.
Unggas yang sudah dimasak tidak akan menularkan flu burung ke manusia sebab virus itu akan mati dengan pemanasan 80 derajat lebih dari satu menit. Selama
ini kita selalu menggoreng ayam dengan suhu di atas 80 derajat dan lebih dari satu menit. Jadi pasti aman.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Pada dasarnya dilakukan untuk menilai keadaan kesehatan pasien dan juga untuk mendeteksi bakteri/virus apa yang menyerang pasien tersebut. Pemeriksaan untuk menilai keadaan kesehatan antara lain dengan menilai kadar leukosit, fungsi hati,
fungsi ginjal, dan yang penting juga analisis gas darah arteri.
Pada pemeriksaan ini, antara lain, akan dapat diketahui berapa kadar oksigen(O2) dan karbondioksida (CO2) di darah pasien. Kalau oksigennya rendah, nilai normalnya berkisar 85-95 mmHg, dan atau karbondioksidanya tinggi, nilai normalnya 35-45
mmHg, maka dapat terjadi keadaan gawat napas. Dari data yang ada, sebagian besar pasien flu burung meninggal karena gawat napas akut ini.
Upaya menemukan virus flu burung dapat dilakukan dengan pemeriksaan serologi untuk menilai respons antigen antibodi dan atau mengisolasi virusnya sendiri. Pada kasus flu burung juga dapat dijumpai peningkatan titer netralisasi antibodi dan dapat pula
dilakukan analisis antigenik dan genetik,antara lain untuk mengetahui apakah sudah ada mutasi dari virus tersebut.
Kedua pasien di Hongkong (tahun 1999) menjalani pemeriksaan ELISA (enzyme liknk immuno sorbent assay), cairan saluran hidung tenggorok. Ternyata positif influenza A. Pada kedua kasus ini juga dilakukan kultur pada cairan saluran hidung tenggorok
yang menunjukkan positif influenza A (H9N2).
Pada kasus yang terjadi di Hongkong (tahun 1997), diagnosis infeksi virus H5N1 dipastikan dengan ditemukannya virus. Lokasi diisolasinya virus ini ada pada usap tenggorok, cairan yang diisap dari trakea, aspirat saluran hidung tenggorok, dan ada pula virus yang ditemukan dari cairan bronko alveolar yang didapat dengan pemeriksaan bronkoskopi (memasukkan alat ini ke paru pasien).
OBAT YANG DIBERIKAN
Obat yang diberikan dapat bersifat simtomatik, sesuai dengan gejala yang ada. Bila batuk, pasien dapat diberi obat batuk; kalau sesak dapat diberi obat jenid bronkodilator untuk melebarkan saluran napas yang menyempit. Selain itu, dapat pula diberikan obat antivirus seperti amantadine dan oseltamivire.
Kalau keadaan pasien terus memburuk, bukan tidak mungkin perlu dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasannya.
PENCEGAHAN
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, secara umum prinsip-prinsip kerja yang higienis, seperti:
1. Mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri -merupakan upaya yang harus dilakukan oleh mereka yang kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati, apalagi ketika hidup.
2. Karena telur juga dapat tertular, maka penanganan kulit telur dan telur mentah perlu dapat perhatian pula.
3. Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70 derajat C atau 80 derajat C selama sedikitnya satu menit. Kalau kita menggoreng atau merebus ayam di dapur, tentu lebih dari itu suhu dan lamanya memasak. Artinya, sejauh ini bukti ilmiah yang ada mengatakan bahwa aman mengonsumsi ayam dan unggas lainnya asal telah dimasak dengan baik.
4. Pola hidup sehat. Secara umum pencegahan flu adalah menjaga daya tahan tubuh dengan makan seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur.
5. Jangan lupa sering mencuci tangan. Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum.
6. Khusus untuk pekerja peternakan dan pemotongan hewan ada beberapa anjuran WHO yang dapat dilakukan:
Semua orang yang kontak dengan binatang yang telah terinfeksi harus sering-sering tangan dengan sabun. Mereka yang langsung memegang dan membawa yang sakit
sebaiknya menggunakan desinfektan untuk membersihkan tangannya.
Mereka yang memegang, membunuh, dan membawa atau memindahkan unggas yang sakit dan atau mati karena flu burung seyogianya melengkapi diri dengan baju pelindung, sarung tangan karet, masker, kacamata
Misteri Virus Flu Burung H5N1
Misteri Virus Flu Burung H5N1
Oleh Dr. Andi Utama
Virus flu burung H5N1 ini masih saja menghantui kita. Baru-baru ini
virus ini menelan tiga korban di Tangerang. Bahkan sekarang 21 provinsi
telah dinyatakan terinfeksi flu burung mengakibatkan kerugian bagi
peternak ayam.
Ini membuktikan virus ini masih bersirkulasi di wilayah Asia, termasuk
Indonesia. Kita harus selalu waspada karena virus ini mampu menginfeksi
manusia.
Kenapa H5N1 berubah menjadi virus yang mengancam manusia? Virus H5N1
termasuk virus influenza A, yang inangnya adalah burung yang hidup di
air (aquatic bird). Virus ini akhirnya beradaptasi dengan inang dan
tidak menyebabkan penyakit pada inangnya tersebut. Beberapa inang yang
permanen dari virus influenza A adalah mamalia, babi, kuda, dan ayam
ternak. Dan umumnya virus influenza ini adalah host specific, dimana
virus yang menginfeksi mamalia hanya menginfeksi manusia, tidak bisa
menginfeksi burung, dan begitu juga sebaliknya.
Virus influenza yang memiliki RNA sebagai genomnya adalah virus yang
mudah berubah, bisa berupa antigenic shift, yang diakibatkan adanya
akumulasi mutasi pada genomnya, bisa juga berupa antigenic drift, yaitu
terjadinya persilangan genom antara virus dengan tipe yang berbeda.
Perubahan ini dilakukan virus influenza tidak hanya untuk menghindari
sistem imun inangnya, tetapi juga agar bisa menginfeksi beberapa jenis
inang yang berbeda. Virus H5N1 adalah produk dari antigenic drift,
dimana telah terjadi persilangan genom antara virus dari jenis yang
menginfeksi burung dengan jenis virus yang menginfeksi manusia.
Evolusi Virus Influenza
Virus influenza yang terganas dalam sejarah dunia adalah virus H1N1 yang
menyebabkan wabah Spanish Flu. Wabah yang terjadi pada tahun 1918 ini
telah mengakibatkan korban 100 juta jiwa, melebihi jumlah korban Perang
Dunia I. Virus H1N1 ini, merupakan virus avian influenza yang telah
berubah sehingga mampu menginfeksi manusia dan menular dari manusia ke
manusia (Lipatov et al, 2004). Karena fenomena ini mirip dengan H5N1,
maka tidak tertutup kemungkinan H5N1 juga bisa berubah demikian.
Jika ini terjadi, akibatnya akan jauh lebih parah daripada Spanish Flu.
Hal yang sama juga terjadi pada H2N2, yang menyebabkan wabah Asian Flu
pada tahun 1957 dan H3N2 yang menjadi dalang Hong Kong Flu pada tahun
1968, merupakah hasil antigenic drift dari jenis virus yang menyerang
manusia dan yang menyerang burung.
Perubahan seperti ini sering terjadi di dalam tubuh babi. Karena babi
bisa terinfeksi oleh berbagai jenis virus, babi berfungsi sebagai mixing
vessel antara virus dari jenis yang berbeda. Hasil percobaan juga
membuktikan passage virus flu burung pada babi menghasilkan virus
influenza yang mirip dengan virus influenza manusia (Ito et al, 1998).
Ini menunjukan babi berperan sebagai media terjadinya antigenic drift.
Karena itu, babi memegang peranan penting dalam proses evolusi virus
influenza.
Faktor Penentu Patogen
Sedikitnya ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat patogen dari virus
influenza. Pertama, protein hemagglutinin (HA) yang muncul di permukaan
virus, atau yang dikenal juga dengan spike protein. Adanya cleavage site
multibasa pada protein HA meningkatkan sifat patogen dari virus
influenza (Stenhauer, 1999).
Protein HA ini, selain mempengaruhi patogenesis virus, juga berberan
pada proses infeksi virus ke dalam sel. Protein HA secara langsung
berinteraksi dengan reseptor yang ada dipermukaan sel, sehingga
memungkinkan virus masuk ke dalam sel. Selain itu, HA juga mempengaruhi
tingkat penularan, dimana akumulasi mutasi pada HA meningkatkan daya
tular virus influenza.
Kedua, yang mempengaruhi tingkat patogenesis virus influenza adalah gen
NS (nonstructural protein). Hal ini diduga karena gen NS membuat virus
kebal terhadap interferon (IFN) dan tumor necrosis factor alpha (TNF-?),
dua factor yang berhubungan dengan sistem imun tubuh yang juga mempunyai
efek antivirus (Seo et al, 2002). Hasil penelitian membuktikan virus
rekombinan yang memiliki NS yang berasal dari virus patogen, seperti
H1N1 yang menyebabkan Spanish Flu, berhasil memblokir ekspresi gen yang
diregulasi oleh interferon (Geiss et al, 2002).
Obat dan Vaksin Influenza
Obat merupakan alternatif penanggulangan infeksi influenza, terutama
pada manusia. Saat ini ada dua jenis obat antivirus influenza yang
tersedia. Pertama, ion channel (M2) blocker, seperti amantadine dan
rimantadine. Obat ini memblok aktivitas ion channel dari influenza virus
A, tidak influenza virus B. Akibatnya, aliran ion hidrogen akan
terblokir sehingga virus tidak bisa melakukan proses perkembangbiakan.
Kedua, neurimidase (NA) inhibitor, seperti zanamivir dan oseltamivir.
Karena protein NA berfungsi pada proses pelepasan virus bereplikasi di
dalam sel, NA inhibitor ini membuat virus tidak bisa keluar dari sel.
Akibatnya, virus akan teragregasi di permukaan sel dan tidak bisa pindah
ke sel lain.
Sayang sekali, obat dari ion channel blocker memicu munculnya virus yang
resisten. Pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah konsumsi obat, 16-35% virus
akan menjadi resisten. Bahkan virus ini patogen dan bisa menular kepada
orang yang dekat dengan pasien. Munculnya virus yang resisten ini karena
terjadinya mutasi pada protein M2.
Berbeda dengan obat ion channel blocker, obat NA inhibitor efektif
terhadap virus influenza A dan B. Obat ini hampir tidak memicu munculnya
virus yang resisten. n
Penulis adalah peneliti Puslit Bioteknologi-LIPI
Awalnya, FM di khususkan bagi para wanita saja. Mom & mom to be. Tapi seiring dengan perjalanan waktu FM menerima juga member laki-laki. Kenapa? karena mods pada saat itu sangat concern terhadap informasi yang seharusnya diterima oleh wanita. Dan para laki-laki ini adalah suami dari yang peduli akan istri-istrinya yg gaptek ataupun tidak bisa browsing dan akses internet. (hehe, laen kali mah diajarin aja kali pak biar istrinya mahir.. dan tidak buta teknologi)
Lanjut lagi ke sejarahnya FM. Member FM semakin hari semakin bertambah. Demikian juga dengan keakrabannya. Hingga pada suatu waktu, Astrid yang pada saat itu merupakan owner FM menarik Tia & Maya (mamah Igenk) untuk membantu menjadi moderator. Karena di sela-sela kesibukan waktunya, mereka berdua ini yang rajin posting artikel-artikel penting yang berhubungan dengan pertanyaan yang banyak beredar di milis. Belum lagi ide-ide segar dari Maya yang sampai sekarang ini bermukim di Seattle Amerika tentang Baby/toddler of the week & mom of the week. [thx to maya for this].
Astrid yang pada waktu itu ingin concern dengan kehamilannya memindahkan payung kepemilikan FM ke Tia, Salah satu Mods FM yang sampai sekarang ini masih aktif. Beberapa member pernah mampir menjadi moderator FM seperti Revy Halim yang sampai saat ini masih setia menjadi member FM, Lia & Mas Krishna. Hingga pada akhirnya, sekarang ini moderator FM menjadi 6 orang. Selain Tia, ada Ika, Molly, Tantri, Liza & Devi
Diskusi ini diadakan di rumah Mbak Fatmah.
setelah sedikit utak-atik, akhirnya Logo tersebut sekarang terpampang di milis FM dan di blog FM ini.



